SOLO, MENARA62.COM – Penyalahgunaan narkoba kini tidak hanya menyasar remaja dan orang dewasa, tetapi juga mulai mengincar anak-anak dengan berbagai modus. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah penyebaran narkotika melalui makanan dan minuman yang diberikan oleh orang tak dikenal.
Peringatan tersebut disampaikan Kaurmin Satresnarkoba Polresta Surakarta, Ipda Sutarmi, saat menjadi narasumber dalam peringatan Hari Anak Nasional di SD Muhammadiyah 16 Karangasem (MunasSka) Surakarta, Kamis (23/7/2026).
“Yang penting anak-anak selalu berhati-hati jika bertemu orang yang tidak dikenal dan diberi makanan atau minuman,” ujar Sutarmi.
Dalam kegiatan yang turut dihadiri Wakasat Satresnarkoba Polresta Surakarta AKP Winarsih SH MH itu, para siswa mendapat edukasi mengenai bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) serta pentingnya menjaga diri dari berbagai modus penyalahgunaan narkoba.
Sutarmi menjelaskan, penyalahgunaan NAPZA dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem saraf, jantung, ginjal, hingga organ tubuh lainnya. Ancaman tersebut, kata dia, tidak mengenal usia sehingga pendidikan pencegahan harus ditanamkan sejak anak-anak.
Ia menegaskan masyarakat tidak dapat mengenali kandungan narkoba hanya berdasarkan bentuk, warna, maupun tampilan makanan dan minuman. Untuk memastikan suatu produk mengandung zat berbahaya atau tidak, diperlukan pemeriksaan laboratorium.
Karena itu, ia mengingatkan siswa agar tidak mudah menerima makanan atau minuman dari orang yang belum dikenal. Anak-anak juga diminta segera melapor kepada guru maupun orang tua apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan.
“Edukasi sejak dini menjadi benteng penting agar anak mampu melindungi dirinya dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Kegiatan kemudian berlanjut di panggung Hari Anak Nasional yang digelar di Lapangan Karangasem Surakarta. Dalam sesi dialog interaktif, AKP Winarsih mengajak para siswa mengenali ciri-ciri seseorang yang telah terpapar NAPZA beserta dampaknya terhadap kesehatan, perilaku, hingga masa depan.
Menurut Winarsih, penyalahgunaan narkoba dapat menyasar seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak usia 0 hingga 18 tahun. Oleh sebab itu, setiap anak berhak memperoleh perlindungan melalui edukasi, pengawasan, dan pendampingan dari lingkungan keluarga maupun sekolah.
Suasana penyuluhan berlangsung antusias. Puluhan siswa bergantian mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan kepada kedua polisi wanita tersebut.
Salah satu peserta, Emma, siswi kelas V yang juga menjadi reporter Majalah Sigma, mengaku senang mendapat kesempatan mewawancarai langsung narasumber dari Satresnarkoba Polresta Surakarta. Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya menambah wawasan tentang bahaya NAPZA, tetapi juga memperkaya pengetahuan di bidang jurnalistik.
Usai sesi edukasi, peringatan Hari Anak Nasional dilanjutkan dengan konsep fun learning melalui berbagai permainan tradisional seperti bekelan, dakon, betengan, jamuran, yoyo, dan lompat tali yang dimainkan bersama guru serta teman-teman.
Pejabat Humas SD Muhammadiyah 16 Karangasem, Dwi Rakhmawati, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini sengaja dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Kolaborasi dengan Polresta Surakarta menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter sekaligus meningkatkan literasi keselamatan anak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran sejak dini agar siswa mampu melindungi diri dari bahaya NAPZA melalui pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan,” katanya. (*)
