34.3 C
Jakarta

Usai Kunjungi Museum, Siswa SD Muhammadiyah 24 Gajahan Ditantang Menulis

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Ratusan siswa SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta mengikuti kegiatan edukatif bertajuk Goes to Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Jumat (24/7/2026). Melalui kunjungan ini, para siswa diajak mengenal kekayaan sejarah dan budaya Nusantara secara langsung di luar ruang kelas.

 

Pameran bertema “Vijaya Jaladri Nusantara 2026” tersebut menghadirkan 68 museum dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menumbuhkan rasa cinta tanah air, meningkatkan kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus mengoptimalkan museum sebagai sumber belajar bagi peserta didik.

 

Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Gatot Suherman, S.Pd., mengatakan sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena sejalan dengan upaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna di luar kelas.

 

“Anak-anak kami ajak melihat langsung pameran 68 museum dari seluruh Indonesia. Kebetulan lokasinya sangat dekat dengan sekolah sehingga menjadi kesempatan yang sangat baik untuk belajar secara langsung,” ujarnya.

 

Menurut Gatot, kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari imbauan Dinas Pendidikan Kota Surakarta serta surat edaran dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Surakarta agar sekolah memanfaatkan pameran museum sebagai media pembelajaran.

 

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut memiliki sejumlah tujuan penting. Selain memberikan edukasi kepada siswa, kegiatan ini juga menanamkan rasa cinta tanah air melalui pengenalan sejarah dan budaya Indonesia.

 

“Warisan budaya harus dikenalkan secara langsung kepada anak-anak. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas yang ternyata lebih menyenangkan. Anak-anak bisa mengamati, menyaksikan, sekaligus berdialog dengan narasumber dari berbagai museum,” jelasnya.

 

Selama mengunjungi setiap stan, para siswa tampak antusias menyimak penjelasan para petugas museum. Salah satu stan yang banyak menarik perhatian adalah Museum Geologi yang menjelaskan proses terjadinya gunung api dan fenomena letusan vulkanik.

 

“Anak-anak banyak yang mencatat informasi penting sesuai arahan narasumber. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti penjelasan di setiap stan,” tambah Gatot.

 

Sementara itu, Wali Kelas 4A SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Hudha Abdul Rohman, M.Hum., menuturkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 memperoleh kesempatan mengunjungi berbagai stan museum untuk mengenal keragaman budaya Indonesia.

 

“Anak-anak belajar tentang berbagai warisan budaya yang dipamerkan. Harapannya mereka semakin memahami, mencintai, sekaligus bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia,” katanya.

 

Menurut Hudha, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan kesadaran kepada generasi muda agar ikut menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah bangsa.

 

“Kami berharap kegiatan seperti museum keliling ini dapat terus diselenggarakan sehingga semakin banyak siswa dari berbagai sekolah memperoleh pengalaman belajar di luar kelas yang menyenangkan dan bermakna. Ini juga menjadi bagian dari upaya mengajak generasi muda untuk terus nguri-uri budaya, khususnya budaya Jawa,” ujarnya.

 

Tidak hanya berkunjung, SD Muhammadiyah 24 Gajahan juga memberikan tantangan literasi kepada siswa, khususnya kelas 4 hingga kelas 6. Mereka diminta mencatat berbagai informasi yang diperoleh selama berkeliling museum, kemudian menyusunnya menjadi sebuah tulisan.

 

Hasil tulisan terbaik nantinya akan dikumpulkan kepada guru dan dipilih sebagai karya terbaik untuk memperoleh apresiasi dari sekolah. Program tersebut diharapkan mampu mengasah kemampuan observasi, berpikir kritis, serta keterampilan menulis siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis pengalaman langsung.

 

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 24 Gajahan menunjukkan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berpusat di ruang kelas, tetapi juga memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai laboratorium belajar. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk generasi yang berkarakter, cinta budaya, memiliki kemampuan literasi yang baik, serta bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!