32.3 C
Jakarta

Mahasiswa UMS Gagas Mengajar Desa di Karanganyar

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggagas program Pengabdian Mengajar Desa di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar. Program yang berlangsung selama tujuh hari, 19–26 Juli 2026, ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah dasar.

 

Kegiatan dipusatkan di SD Negeri 01 dan SD Negeri 02 Segorogunung. Program tersebut diinisiasi oleh mahasiswa Geografi UMS, Hian Risnandar, yang berperan sebagai Mentor Muda. Melalui gerakan ini, mahasiswa terjun langsung mendampingi proses belajar mengajar sekaligus memperkuat kemampuan literasi, numerasi, dan pembelajaran tematik bagi siswa.

 

Sebanyak 15 Tutor Inspiratif dari berbagai kampus di Indonesia ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka mendampingi guru di kelas, membantu penyampaian materi pembelajaran, hingga menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan sesuai karakteristik peserta didik sekolah dasar.

 

Hian Risnandar menjelaskan, program Mengajar Desa tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga mendorong pembentukan karakter dan motivasi belajar anak-anak di wilayah pedesaan.

 

“Melalui pendampingan langsung di sekolah, Tutor Inspiratif dapat memahami kondisi nyata pembelajaran dan memberikan kontribusi yang lebih relevan. Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi penyemangat bagi siswa untuk terus belajar dan berani bercita-cita,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).

 

Menurut Hian, pengalaman mengajar di desa juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta memperkuat kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan di masyarakat.

 

Selama sepekan pelaksanaan, para Tutor Inspiratif menghadirkan berbagai aktivitas pembelajaran yang komunikatif dan partisipatif. Pendekatan tersebut mendapat sambutan positif dari siswa maupun guru karena mampu meningkatkan antusiasme belajar di kelas.

 

Pihak SD Negeri 01 dan SD Negeri 02 Segorogunung pun mengapresiasi program tersebut. Kehadiran mahasiswa dinilai memberikan tambahan pendampingan bagi siswa sekaligus menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran yang mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

 

Selain memberikan manfaat bagi dunia pendidikan di Desa Segorogunung, program ini juga menjadi ruang pengembangan kompetensi sosial, kepemimpinan, dan kolaborasi bagi mahasiswa UMS bersama mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui gerakan Mengajar Desa, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!