SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar penyuluhan kesehatan bertajuk “Panduan Fisioterapi pada Osteoarthritis Lutut” bagi 30 lansia di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman lansia tentang osteoarthritis lutut.
Tim yang terdiri atas 13 mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS memulai kegiatan dengan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang terintegrasi dengan kegiatan Posyandu Lansia Desa Tegalsari.
Ketua Tim, Septian Tri Wicaksono, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi awal peserta sebelum mengikuti sesi edukasi.
“Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan peserta sekaligus menjadi langkah awal sebelum mengikuti rangkaian edukasi yang telah disiapkan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Septian mengungkapkan, tema osteoarthritis lutut dipilih berdasarkan hasil observasi lapangan dan masukan dari Clinical Educator. Menurutnya, keluhan nyeri lutut menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dijumpai dalam pelayanan fisioterapi.
Ia menambahkan, karakteristik wilayah Kecamatan Weru yang didominasi area persawahan membuat banyak warga melakukan aktivitas fisik berulang dengan beban pada sendi lutut.
“Kondisi geografis Kecamatan Weru yang didominasi area persawahan membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas fisik dengan beban berulang pada sendi lutut sehingga berpotensi meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis,” jelasnya.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa memberikan materi mengenai pengertian osteoarthritis, faktor risiko, tanda dan gejala, langkah pencegahan, hingga latihan fisioterapi sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri untuk membantu mengurangi nyeri serta mempertahankan fungsi gerak sendi lutut.
Sebagai media pendukung, seluruh peserta menerima booklet berisi ringkasan materi edukasi, faktor risiko, cara pencegahan, dan panduan latihan fisioterapi yang bisa dipraktikkan di rumah.
“Media edukasi ini diharapkan dapat membantu para lansia mengingat kembali materi yang telah diberikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Septian.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga para peserta dapat berdiskusi dan berkonsultasi mengenai keluhan lutut yang mereka alami dalam aktivitas sehari-hari.
Clinical Educator, Fifit Fidya Admaja, menilai edukasi mengenai osteoarthritis lutut sangat penting mengingat penyakit tersebut merupakan salah satu kasus yang paling sering ditemukan dalam praktik fisioterapi.
“Keluhan nyeri lutut merupakan salah satu keluhan yang cukup sering ditemukan pada pasien yang datang ke poli fisioterapi. Dengan memberikan edukasi kepada lansia, diharapkan mereka dapat memahami faktor risiko, cara pencegahan, serta pentingnya aktivitas fisik dan latihan yang tepat untuk menjaga fungsi sendi lutut,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Profesi Fisioterapis UMS berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sendi lutut semakin meningkat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat peran fisioterapi dalam upaya pencegahan dan penanganan osteoarthritis pada kelompok lanjut usia, sehingga kualitas hidup lansia dapat tetap terjaga. (*)
