29.4 C
Jakarta

Haedar Nashir: Muktamar NA Cetak Pemimpin Perempuan Berkemajuan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah (NA) resmi dibuka di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (7/8/2026). Forum permusyawaratan tertinggi organisasi perempuan muda Muhammadiyah itu menjadi momentum memperkuat arah gerakan dakwah sekaligus menyiapkan kader kepemimpinan perempuan yang mampu menjawab tantangan zaman.

 

Pembukaan Muktamar dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di antaranya Izzul Muslimin, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah KH Tafsir, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., serta para pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

 

Acara pembukaan secara resmi dibuka Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., didampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari.

 

Dalam keterangannya kepada awak media usai pembukaan, Haedar menilai Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah menunjukkan semangat pengabdian yang sangat kuat dari para kader perempuan muda Muhammadiyah.

 

“Muktamar Nasyiatul Aisyiyah menghadirkan semangat yang sangat tinggi. Saya melihat para ibu muda dan kader Nasyiatul Aisyiyah memiliki spirit berkhidmat hingga ke akar rumput. Di tengah tanggung jawab keluarga, bahkan ada yang membawa anak-anaknya, mereka tetap menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam berorganisasi,” ujarnya.

 

Menurut Haedar, Muktamar bukan sekadar agenda memilih kepemimpinan baru, melainkan forum strategis untuk memproyeksikan arah gerakan Nasyiatul Aisyiyah di masa depan sebagai bagian penting dari Persyarikatan Muhammadiyah.

 

Ia menegaskan, kader Nasyiatul Aisyiyah memiliki peran strategis sebagai calon pemimpin Aisyiyah dan Muhammadiyah yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

 

“Muktamar ini menjadi ajang memproyeksikan Nasyiatul Aisyiyah ke depan sebagai kader Aisyiyah dan kader Muhammadiyah yang mampu memecahkan persoalan, menghadapi tantangan, serta melahirkan program-program alternatif dalam dakwah yang mencerahkan, mencerdaskan, memberdayakan, dan memajukan umat serta bangsa,” katanya.

 

Haedar optimistis kader Nasyiatul Aisyiyah akan menjadi kekuatan penting dalam estafet kepemimpinan Muhammadiyah. Menurutnya, organisasi perempuan muda tersebut merupakan salah satu pilar strategis yang akan menentukan kemajuan Persyarikatan pada masa mendatang.

 

“Saya percaya kader Aisyiyah, khususnya kader Nasyiatul Aisyiyah, akan menjadi tonggak penting bagi kepemimpinan Aisyiyah ke depan dan menjadi bagian strategis dari seluruh anak panah Muhammadiyah,” tegasnya.

 

Sementara itu, penyelenggaraan Muktamar ke-15 di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS kembali menegaskan peran UMS sebagai pusat kegiatan strategis Muhammadiyah di tingkat nasional. Ribuan kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia memadati arena muktamar untuk mengikuti rangkaian sidang, pembahasan program kerja, serta pemilihan kepemimpinan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah periode 2026–2030.

 

Melalui Muktamar ke-15 ini, Nasyiatul Aisyiyah diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan progresif dan kepemimpinan baru yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus memperkuat kontribusi perempuan muda Muhammadiyah dalam membangun keluarga, masyarakat, dan peradaban Indonesia yang berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!