32.3 C
Jakarta

Mahasiswa PLP UMS Ajarkan Difusi-Osmosis Lewat Praktikum Sederhana

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Pembelajaran biologi tidak selalu membutuhkan laboratorium dengan peralatan kompleks. Hal itu dibuktikan mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ saat mengajak siswa SMA Batik 2 Surakarta mempelajari difusi dan osmosis melalui praktikum sederhana.

 

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS merancang praktikum untuk siswa kelas XI sebagai bagian dari pengalaman pembelajaran selama menjalani PLP II. Kegiatan tersebut mengajak siswa memahami materi transportasi membran melalui pengamatan langsung terhadap fenomena yang mudah ditemui sehari-hari.

 

Praktikum dilaksanakan di kelas XI.2 pada Rabu (29/7/2026) dan kelas XI.3 pada Senin (3/8/2026). Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dan memperoleh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mencatat proses serta hasil pengamatan.

 

Peralatan yang digunakan relatif sederhana, antara lain gelas plastik transparan, sendok, dan pisau. Sementara bahan praktikum berupa teh celup, kentang, air, dan larutan garam.

 

Teh Celup Jadi Media Belajar Difusi

 

Pada percobaan pertama, siswa mengamati proses difusi menggunakan teh celup. Kantong teh dimasukkan ke dalam gelas berisi air tanpa diaduk.

 

Secara perlahan, warna teh menyebar ke dalam air. Fenomena tersebut membantu siswa mengamati perpindahan zat dari konsentrasi tinggi menuju konsentrasi lebih rendah.

 

Setelah itu, siswa melakukan percobaan osmosis menggunakan potongan kentang berukuran relatif sama. Potongan kentang direndam dalam dua kondisi berbeda, yakni air biasa dan larutan garam.

 

Setelah sekitar 30 menit, siswa mengamati perubahan tekstur kentang. Kentang yang direndam dalam air biasa tetap relatif kaku dan sedikit mengembang, sedangkan kentang dalam larutan garam menjadi lebih lembek dan lentur.

 

Perbedaan tersebut kemudian menjadi bahan diskusi antarkelompok untuk menghubungkan hasil pengamatan dengan konsep osmosis yang telah dipelajari.

 

Mahasiswa Belajar Merancang Pembelajaran Kontekstual

 

Dosen pembimbing lapangan, Dra. Hariyatmi, M.Si., mengatakan praktikum tersebut memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa dalam menerapkan pembelajaran biologi secara aktif dan kontekstual.

 

“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang baik bagi mahasiswa PLP untuk menerapkan pembelajaran biologi secara aktif dan kontekstual. Mahasiswa dapat belajar bagaimana merancang kegiatan yang sesuai dengan kondisi peserta didik serta memanfaatkan bahan-bahan sederhana sebagai media pembelajaran,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

 

Salah satu mahasiswa PLP II UMS, Intan Mega Puspita, menjelaskan praktikum dirancang agar siswa tidak hanya memahami konsep difusi dan osmosis secara teoritis.

 

“Melalui praktikum ini, kami ingin siswa dapat memahami konsep difusi dan osmosis dengan melihat langsung proses yang terjadi. Kami menggunakan bahan-bahan sederhana agar kegiatan praktikum mudah dilakukan dan siswa dapat menghubungkannya dengan fenomena yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

 

Menurut Intan, aktivitas tersebut juga mendorong siswa lebih aktif berdiskusi dan membandingkan hasil pengamatan.

 

Guru Apresiasi Pembelajaran Berbasis Praktik

 

Guru pamong Mata Pelajaran Biologi SMA Batik 2 Surakarta, Dra. Agustin Sibtoh H, M.Si., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa PLP II UMS.

 

Menurutnya, praktikum membuat siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret karena mereka terlibat langsung dalam proses pengamatan.

 

“Kegiatan praktikum seperti ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melakukan pengamatan secara langsung sehingga materi difusi dan osmosis menjadi lebih mudah dipahami,” tuturnya.

 

Apresiasi juga datang dari siswa. Siti Ila Nur Roosyidah, siswa kelas XI.2, mengaku lebih mudah memahami perbedaan difusi dan osmosis setelah mengikuti praktikum.

 

“Waktu praktik langsung, pas pegang kentangnya jadi elastis setelah direndam air garam dan lihat tehnya menyebar sendiri, prinsip kerjanya jadi jelas banget. Pembelajarannya seru, santai, tapi langsung nempel di ingatan,” katanya.

 

Kegiatan tersebut dirancang tim mahasiswa PLP II FKIP UMS yang terdiri atas Yulia Fitriyani, Intan Mega Puspita, Inta Isnaningrum, Hapi Tika Tri Pratiwi, dan Helga Arum Dwianandita dari Program Studi Pendidikan Biologi.

 

Dengan pendampingan dosen pembimbing dan guru pamong, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran sains dapat dikembangkan secara kreatif dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana di lingkungan sekitar.

 

Selain membantu siswa memahami konsep biologi, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mahasiswa UMS mengembangkan kompetensi pedagogik dan kemampuan merancang pembelajaran yang aktif, kontekstual, serta dekat dengan kehidupan peserta didik. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!