31.1 C
Jakarta

MIM Bandung Perkuat Sinergi Guru dan Orang Tua

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM — Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Bandung Andong, Boyolali, memperkuat kolaborasi antara madrasah, guru, dan orang tua melalui kegiatan Awalussanah dan Parenting, Sabtu (15/8/2026).

 

Mengusung tema “Sinergitas Madrasah, Guru dan Orang Tua: Tangan Bergandengan, Hati Selaras”, kegiatan tersebut menjadi momentum awal tahun pelajaran untuk menyatukan visi dalam mendampingi pendidikan dan pembentukan karakter siswa.

 

Kegiatan menghadirkan Pujiono, S.Si., M.M., Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali sekaligus Mudir PonpesMU Manafi’ul Ulum Canden, Sambi, sebagai narasumber.

 

Kepala MIM Bandung, Siti Hidayah, S.Pd.I., mengatakan Awalussanah dan Parenting tidak sekadar menjadi agenda rutin awal tahun pelajaran. Kegiatan tersebut menjadi sarana membangun kesadaran bersama agar orang tua turut memiliki kepedulian terhadap perkembangan pendidikan anak.

 

“Tujuan kegiatan ini adalah mengajak seluruh wali murid untuk bersatu membangun bangsa melalui lembaga MIM Bandung. Kami ingin wali murid memiliki kepedulian terhadap pendidikan putra-putrinya dan merasa ikut darbeni atau memiliki MIM Bandung,” ungkap Siti.

 

Menurutnya, pendidikan anak tidak akan optimal jika hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Sinergi antara guru, madrasah, dan keluarga diperlukan agar pendidikan karakter, kecerdasan, kedisiplinan, serta akhlak anak dapat dibangun secara berkelanjutan.

 

“Madrasah memiliki peran mendidik anak di sekolah, sementara orang tua memiliki peran yang sangat besar di rumah. Ketika keduanya berjalan seiring, insyaallah akan lahir generasi Islam yang cerdas, disiplin dan berakhlakul karimah,” ujarnya.

 

Orang Tua Diajak Merasa Memiliki Madrasah

 

Dalam sesi parenting, Pujiono menekankan pentingnya kesamaan visi antara orang tua dan guru. Menurutnya, keluarga dan sekolah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dalam mendidik anak.

 

Keduanya perlu membangun komunikasi, saling menguatkan, dan memberikan keteladanan sehingga nilai-nilai yang ditanamkan di madrasah dapat diperkuat di lingkungan keluarga.

 

Pujiono juga mengajak wali murid tidak hanya menjadi pengguna layanan pendidikan, tetapi turut menjadi bagian dari perjuangan mengembangkan madrasah.

 

“Kalau orang tua merasa memiliki madrasah, maka akan muncul kepedulian. Kalau kepedulian tumbuh, maka akan ada dukungan. Dan ketika madrasah, guru dan orang tua bergandengan tangan, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang mulia dunia dan akhirat,” pesannya.

 

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai unsur, termasuk Komite Madrasah yang diketuai Chaerudin dan PRM Bandung yang dipimpin Suyanto. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan madrasah, keluarga, dan masyarakat.

 

Melalui Awalussanah dan Parenting, MIM Bandung berharap komunikasi antara madrasah dan wali murid semakin erat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi Islam yang cerdas, disiplin, dan berakhlakul karimah.

 

Bagi MIM Bandung, tangan yang bergandengan dan hati yang selaras menjadi modal penting untuk membangun madrasah yang hebat sekaligus bermartabat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!