34.2 C
Jakarta

Kajian Ahad Pagi SD Muhammadiyah Bekonang Bedah Hakikat Hidup

Baca Juga:

SUKOHARJO, MENARA62.COM — Pertanyaan tentang hakikat kehidupan menjadi tema utama Kajian Ahad Pagi yang digelar SD Muhammadiyah Bekonang, Sukoharjo, Minggu (16/8/2026). Mengangkat tema “Sejatine Urip”, kajian mengajak jamaah merenungkan kembali tujuan hidup dan menjalani kehidupan dengan kesadaran serta orientasi akhirat.

 

Kajian berlangsung di Masjid Hisshoh Bilali, Kampus 2 SD Muhammadiyah Bekonang, mulai pukul 06.00 WIB. Kegiatan tersebut menghadirkan Ustaz Pujiono, S.Si., S.Pd., MM sebagai pemateri dan diikuti wali murid serta masyarakat sekitar.

 

Melalui tema “Sejatine Urip”, jamaah diajak tidak hanya memandang kehidupan dari sisi duniawi. Kehidupan dipahami sebagai amanah Allah SWT yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.

 

Kesibukan, pekerjaan, keluarga, pendidikan, dan berbagai aktivitas sehari-hari diharapkan tetap diarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menjadi bekal menuju kehidupan akhirat.

 

Perkuat Sinergi Sekolah dan Masyarakat

 

Kepala SD Muhammadiyah Bekonang, Thoriq Mustaqim, S.Pd., turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kajian rutin tersebut.

 

Kegiatan juga dihadiri jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bekonang, termasuk Ketua PCM Bekonang Darmadi, S.Pd. Kehadiran unsur persyarikatan tersebut memperkuat sinergi antara sekolah, Muhammadiyah, wali murid, dan masyarakat.

 

Antusiasme jamaah terlihat dari kehadiran wali murid dan warga sekitar. Kajian Ahad Pagi pun tidak hanya menjadi sarana penguatan nilai keislaman, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi antara sekolah dan masyarakat.

 

Menariknya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan layanan cek kesehatan gratis bagi jamaah. Layanan tersebut menjadi bentuk kepedulian SD Muhammadiyah Bekonang terhadap kesehatan masyarakat.

 

Kegiatan ini sekaligus melengkapi ikhtiar sekolah dalam membangun kehidupan yang sehat, baik secara jasmani maupun rohani.

 

Melalui Kajian Ahad Pagi dan layanan sosial tersebut, SD Muhammadiyah Bekonang berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti di ruang kelas. Sekolah juga ingin tumbuh bersama masyarakat dengan menguatkan nilai keislaman, kepedulian sosial, kesehatan, dan kebersamaan.

 

Pada akhirnya, “Sejatine Urip” bukan sekadar pertanyaan tentang bagaimana manusia menjalani hari. Lebih dari itu, tema tersebut mengajak setiap orang merenungkan untuk apa kehidupan dijalani dan ke mana manusia akan kembali. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!