MADIUN, MENARA62.COM — Mahasiswa Program Studi Ilmu Aktuaria Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) Madiun mendapat pengalaman langsung mengenal dunia kerja melalui program kerja praktik atau magang di BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Madiun.
Program magang tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Agustus hingga 10 September 2026. Tiga mahasiswa, yakni Hafizah, Elok Puspita Hapsari, dan Faradila Kartika Sari, ditempatkan pada dua bidang kerja berbeda, yaitu Penjaminan Manfaat dan Utilisasi (PMU) serta Kepesertaan.
Hafizah dan Elok Puspita Hapsari menjalani praktik di bagian PMU, sedangkan Faradila Kartika Sari ditempatkan pada bagian Kepesertaan.
Selama menjalani magang, mahasiswa tidak sekadar mengamati aktivitas pegawai. Mereka terlibat dalam sejumlah pekerjaan yang berkaitan dengan dokumen, data, dan administrasi sesuai tugas yang diberikan.
Hafizah menuturkan, salah satu pengalaman yang diperolehnya adalah melakukan pemeriksaan berkas Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS). Dari pekerjaan tersebut, mahasiswa belajar memeriksa kelengkapan dokumen secara menyeluruh.
Dokumen atau bagian yang belum lengkap kemudian dicatat agar dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan. Aktivitas tersebut melatih mahasiswa untuk bekerja secara teliti sekaligus memahami pentingnya akurasi dalam pengelolaan dokumen.
Sementara itu, Elok mengungkapkan bahwa dirinya juga mendapat tugas melakukan koreksi nota BBM serta pengiriman dan koreksi surat.
“Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa ketepatan informasi dan kelengkapan dokumen perlu diperhatikan sebelum suatu dokumen digunakan atau dikirim,” ujar Elok.
Belajar Bekerja Mandiri Lewat WFH
Menariknya, pola kerja mahasiswa selama magang tidak seluruhnya dilakukan dari kantor. Setiap Rabu, mahasiswa juga menjalani Work From Home (WFH).
Melalui pola tersebut, mahasiswa belajar menyelesaikan pekerjaan secara mandiri dari tempat masing-masing dengan tetap mengikuti arahan yang diberikan. Komunikasi dengan pegawai tetap dilakukan apabila terdapat pekerjaan yang membutuhkan konfirmasi.
“Komunikasi dengan pegawai tetap dilakukan apabila terdapat pekerjaan yang perlu dikonfirmasi,” kata Faradila.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran lebih nyata kepada mahasiswa mengenai dinamika lingkungan kerja di sebuah instansi. Mereka dituntut mengikuti alur pekerjaan, berkomunikasi dengan pegawai, sekaligus menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab dan tenggat waktu.
Hafizah menilai pengalaman tersebut turut membentuk sikap profesional mahasiswa.
“Kegiatan magang juga membantu mahasiswa mengembangkan sikap kerja. Ketelitian diperlukan ketika menangani data dan dokumen, sedangkan kedisiplinan dan tanggung jawab diperlukan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi lingkungan kerja di kemudian hari,” ujarnya.
Mahasiswa Dapat Pengalaman di Dua Bidang
Dosen Pembimbing Lapangan, Putri Balqis Al Kubro, M.Mat., mengatakan program magang tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa Ilmu Aktuaria UMJT untuk memperoleh pengalaman di dua bidang sekaligus.
Menurutnya, penempatan mahasiswa di bagian PMU dan Kepesertaan memberikan cakupan pengalaman yang lebih luas. Mahasiswa dapat memahami proses kerja di lingkungan BPJS Kesehatan, baik yang berkaitan dengan administrasi kepesertaan maupun penjaminan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan.
“Pengalaman magang di kedua bagian tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih nyata mengenai pentingnya data dalam pengelolaan program jaminan kesehatan kepada mahasiswa,” terang Balqis.
Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan bidang Ilmu Aktuaria yang erat kaitannya dengan pengelolaan data, analisis risiko, serta pengambilan keputusan berbasis informasi.
Melalui kerja praktik, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga belajar membangun ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, dan tanggung jawab sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia profesional.
UMJT sendiri merupakan hasil transformasi dari Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) yang dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi. Kampus tersebut menjadi salah satu pilihan pendidikan tinggi di Kota Madiun. (MJK/*)

