SOLO, MENARA62.COM — Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa baru dengan motivasi, karakter, dan kesiapan mental sebelum memasuki dunia perkuliahan melalui kegiatan Achievement Motivation Training (AMT).
Kegiatan yang digelar di Edutorium UMS tersebut menjadi rangkaian lanjutan setelah temu wali, serah terima, dan pembinaan mental fisik (bintalsik). Sebanyak 92 mahasiswa mengikuti AMT sebagai bagian dari persiapan menghadapi proses pendidikan di Sekolah Vokasi UMS.
Direktur Sekolah Vokasi UMS, Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si., IPU, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia mengatakan AMT merupakan kelanjutan dari bintalsik yang sebelumnya diarahkan untuk membangun kesiapan jiwa dan raga mahasiswa.
“AMT ini merupakan lanjutan dari kegiatan bintalsik untuk membangun jiwa dan raga. Tentu kami memiliki harapan dan target agar 92 siswa ini dapat lancar dan semangat dalam menempuh pendidikan ke depan,” ujar Suranto.
Menurut dia, AMT dirancang tidak hanya untuk meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga membangun karakter positif dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja.
“Achievement Motivation Training yang dilaksanakan di Edutorium UMS ini bertujuan meningkatkan motivasi berprestasi, membangun karakter positif, serta mempersiapkan siswa agar memiliki sikap dan mental yang lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun dunia kerja,” katanya.
Materi yang diberikan mencakup Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, ibadah, semangat belajar, semangat kerja, hingga gambaran umum problem solving dalam dunia alat berat.
Melalui materi tersebut, mahasiswa diarahkan untuk mengenali potensi diri, menetapkan tujuan secara jelas, serta membangun keyakinan bahwa keberhasilan dapat dicapai melalui usaha, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
AMT juga mendorong mahasiswa memiliki pola pikir positif dan sikap pantang menyerah. Kegagalan tidak dipandang sebagai akhir, melainkan bagian dari proses pembelajaran untuk terus berkembang.
Tak Sekadar Motivasi Belajar
Wakil Direktur Sekolah Vokasi UMS, Ir. Amin Sulistyanto, S.T., M.Si., M.T., mengatakan manfaat AMT tidak berhenti pada peningkatan motivasi akademik.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemandirian, kedisiplinan, kemampuan menetapkan target, serta kemampuan mengelola diri dalam mencapai tujuan.
Selain itu, mahasiswa didorong mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan.
“Kegiatan ini juga memberikan pengalaman reflektif bagi siswa untuk memahami kelebihan dan kekurangan diri sehingga mereka dapat menyusun rencana pengembangan diri yang lebih terarah,” kata Amin.
Dengan demikian, AMT tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapan mahasiswa menghadapi lingkungan profesional.
Disiapkan Jadi Lulusan Vokasi Adaptif
Biro Kerja Sama dan Magang Industri Sekolah Vokasi UMS, Syaiful Romadhon, S.T., M.T., menambahkan, AMT ditargetkan membentuk mahasiswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, berorientasi pada tujuan, disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengembangkan potensi secara optimal.
Setelah mengikuti kegiatan, mahasiswa diharapkan mampu menetapkan tujuan pribadi dan akademik, menyusun langkah pencapaiannya, menunjukkan sikap positif terhadap tantangan, serta memiliki komitmen meningkatkan prestasi.
Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan mendukung lahirnya lulusan vokasi yang kompeten, berkarakter, adaptif, dan memiliki kesiapan mental untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
“Target kegiatan AMT adalah terbentuknya siswa Sekolah Vokasi UMS yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, berorientasi pada tujuan, disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengembangkan potensi secara optimal,” terang Syaiful.
Antusiasme juga dirasakan mahasiswa. Salah satu peserta, Raihan Hidayatulloh, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan dorongan positif sebelum memulai perkuliahan.
“Kegiatan ini sangat menyenangkan dan memberikan motivasi, semangat, dan denyut belajar tersendiri bagi kami semua,” ungkap Raihan. (*)

