SOLO, MENARA62.COM – Kebakaran bisa terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan kampus. Karena itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat kesiapsiagaan dengan melatih tim internal menggunakan fasilitas pemadam kebakaran.
UMS menggelar pelatihan penggunaan pompa pemadam api atau hydrant di halaman Gedung Induk Siti Walidah, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi agenda rutin untuk memperkuat mitigasi kebakaran sekaligus memastikan fasilitas keselamatan kampus siap digunakan dalam kondisi darurat.
Direktur Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana (DASP) UMS, Taufiq Hidayat, S.E., mengatakan pelatihan dilakukan untuk membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan menggunakan hydrant ketika terjadi kebakaran.
Menurut dia, aspek keselamatan menjadi bagian penting dalam pengelolaan gedung kampus. Kesiapan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan fasilitas pencegahan kebakaran.
“Kami dari DASP mencoba untuk memberikan pemahaman tentang keselamatan kerja, sehingga kenyamanan yang diberikan dalam pelayanan di gedung-gedung itu maksimal,” kata Taufiq seusai pelatihan.
Pelatihan tersebut melibatkan Satuan Tugas Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), satuan pengamanan, tim kelistrikan, serta tim pengelolaan air.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga langsung mempraktikkan penggunaan hydrant. Mereka mendapat pengarahan mengenai bagian, fungsi, hingga cara kerja perangkat tersebut sebelum melakukan simulasi pemadaman.
“Peserta belajar cara mengarahkan air hydrant untuk pemadaman api apabila terjadi kebakaran di gedung-gedung ini,” ujar Taufiq.
Digelar Setiap Tiga Bulan
Taufiq menjelaskan pelatihan pemadam kebakaran di UMS digelar secara berkala, yakni setiap tiga bulan. Ke depan, pelatihan mitigasi kebakaran akan dilakukan di setiap gedung yang ada di lingkungan kampus.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan personel. Pelatihan juga dimanfaatkan untuk memastikan berbagai perangkat pencegah kebakaran berfungsi dengan baik.
Sebelumnya, UMS telah menggelar pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
“Pelatihan ini sekaligus untuk mengecek kualitas alat pencegah kebakaran. Kemarin kami pelatihan alat pemadam api ringan atau APAR,” tutur Taufiq.
Menurut Taufiq, seluruh gedung UMS telah dilengkapi berbagai fasilitas pencegahan dan penanganan kebakaran. Fasilitas tersebut antara lain APAR, pendeteksi asap, sistem penyemprot air otomatis, hingga hydrant.
Ketersediaan fasilitas tersebut dinilai perlu didukung kesiapan personel. Sebab, perangkat keselamatan tidak akan optimal apabila pengguna gedung tidak memahami cara mengoperasikannya ketika kondisi darurat terjadi.
UMS Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
Pelatihan hydrant menjadi bagian dari upaya UMS membangun sistem mitigasi kebakaran yang lebih siap dan responsif. Kampus tidak hanya mengandalkan fasilitas keselamatan, tetapi juga meningkatkan kompetensi tim yang berada di lingkungan gedung.
Taufiq menegaskan DASP berkomitmen menjaga keamanan sekaligus kenyamanan seluruh pengguna gedung UMS.
“Harapannya tentu pelatihan ini dapat melatih kesiapsiagaan bencana, demi menjamin keamanan gedung dan sigap dalam menangani bencana-bencana yang terjadi,” katanya. (*)

