SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id berhasil membawa pulang dua medali emas dari ajang Indonesia International Invention Expo (IIEX) 2026. Dua inovasi yang diusung mengangkat isu teknologi pemetaan lahan dan edukasi deforestasi.
Dua penghargaan tersebut diraih pada kategori Agriculture and Aquaculture serta Environmental. Penghargaan diserahkan dalam Awarding Ceremony IIEX 2026 di Politeknik Negeri Semarang, Kamis (3/9/2026).
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa Pendidikan Geografi UMS mengembangkan inovasi berbasis teknologi untuk menjawab persoalan lingkungan, pertanian, dan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Pada kategori Agriculture and Aquaculture, medali emas diraih tim yang terdiri atas Arif Suprianto, Arwina Nurul Hamidah, Mufid Mu’tashim Billah, Azlichan Laila Novi, dan Deny Pratama.
Tim tersebut mengembangkan inovasi berjudul “Integrating UAV Multispectral Sensor and D-RTK Modules for High Precision Automatic Complex Landuse Detection in Tropical Area” di bawah bimbingan Wahyu Widiyatmoko, S.Pd., M.Sc.
Inovasi tersebut memanfaatkan teknologi UAV multispektral dan modul D-RTK untuk menghasilkan data spasial penggunaan lahan dengan tingkat ketelitian tinggi.
Sementara itu, medali emas pada kategori Environmental diraih Danu Lanarjati, Ayu Mufti Rizqiana, Meysa Anggit Aqila, Sela Dewi Mailani, dan Raffi Raditya Helga.
Tim yang dibimbing Siti Hadiyati Nur Hafida, S.Pd., M.Sc., Ph.D. itu mengembangkan “GreenGuard VR: Sistem Simulasi dan Edukasi Pencegahan Deforestasi Berbasis Realitas Virtual”.
GreenGuard VR dirancang sebagai media simulasi dan edukasi yang memperkenalkan dampak deforestasi secara lebih interaktif melalui teknologi realitas virtual.
Menggabungkan Geografi dan Teknologi
Ketua Program Studi Pendidikan Geografi UMS Dr. Puspita Indra Wardhani, S.Pd., M.Sc., mengatakan kedua inovasi tersebut berangkat dari persoalan yang berbeda.
Namun, keduanya memiliki benang merah, yakni menghubungkan kajian geografi dengan pemanfaatan teknologi.
“GreenGuard VR diarahkan sebagai media pembelajaran mengenai deforestasi, sedangkan inovasi UAV dikembangkan untuk menghasilkan data spasial penggunaan lahan secara lebih cepat dan akurat,” ujar Puspita, Rabu (15/9/2026).
Ia menjelaskan, kedua karya tersebut saat ini masih berada pada tahap prototype. Keduanya telah melalui uji fungsional dan simulasi di laboratorium Program Studi Pendidikan Geografi UMS.
Menurut Puspita, penilaian dalam kompetisi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi. Kebaruan gagasan, relevansi terhadap isu Sustainable Development Goals (SDGs) dan ketahanan pangan, serta potensi dampak bagi masyarakat juga menjadi bagian penting.
Kemampuan mahasiswa mengintegrasikan ilmu geografi dengan teknologi, kata dia, menjadi salah satu nilai tambah dari kedua inovasi tersebut.
Tak Berhenti di Kompetisi
Setelah kompetisi berakhir, kedua inovasi itu akan terus dikembangkan. GreenGuard VR akan diarahkan pada pengembangan konten dan direncanakan diuji coba di sekolah sebagai media pembelajaran Geografi.
Sementara itu, inovasi UAV akan dikembangkan melalui kalibrasi sistem, uji lapangan terbatas bersama mitra, serta pengembangan aplikasi agar lebih mudah digunakan oleh penyuluh maupun pemerintah daerah.
“Kedua inovasi ini kami desain dengan pertimbangan agar ke depan dapat diadopsi dengan biaya yang terjangkau oleh sekolah dan instansi terkait,” kata Puspita.
Ia berharap capaian di IIEX 2026 tidak berhenti sebagai penghargaan dalam kompetisi. Kedua inovasi tersebut diharapkan dapat berkembang hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti di kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan hingga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Raihan dua medali emas tersebut sekaligus menunjukkan arah pengembangan Pendidikan Geografi UMS yang tidak hanya berfokus pada pemahaman fenomena keruangan dan lingkungan.
Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya menghadirkan solusi terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan. (*)


