SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menyiapkan anggaran beasiswa hingga Rp44 miliar untuk mendukung mahasiswa berprestasi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Skema tersebut mencakup beasiswa bagi mahasiswa yang melanjutkan studi magister hingga doktor di UMS.
Komitmen itu disampaikan Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. saat menghadiri Gathering Malibujari (Mahasiswa Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri) di Gedung Induk Siti Walidah UMS, Jumat (25/9/2026).
Harun mengatakan, program beasiswa tersebut menjadi bagian dari komitmen UMS dalam memberikan ruang tumbuh bagi talenta-talenta unggulan. Beasiswa diberikan pada jenjang sarjana, magister, dan doktor.
“Yang diberikan beasiswa itu hanya yang sarjana, magister, dan doktor,” ujar Harun dalam sambutannya.
Tak hanya beasiswa reguler, UMS juga memberikan apresiasi khusus bagi keluarga yang menyekolahkan beberapa anaknya di UMS. Dalam kondisi tertentu, dukungan biaya pendidikan yang diberikan bahkan dapat mencapai 100 persen.
“UMS memberikan apresiasi secara khusus yang putra-putrinya kuliah di UMS,” imbuhnya.
Penerima Beasiswa Tertarik Lanjut Doktor
Peluang melanjutkan studi dengan dukungan beasiswa tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa UMS. Salah satunya Ade Irmanopaliza, penerima beasiswa jenjang magister yang kini menempuh Magister Pendidikan Matematika.
Perempuan asal Pagar Alam, Sumatra Barat, itu mengaku tertarik melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktor setelah mendengar paparan Rektor UMS mengenai peluang beasiswa.
“Kalau Allah mudahkan, saya sanggup dan siap berusaha lanjut ke jenjang berikutnya,” ujar Ade.
Bagi UMS, beasiswa bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia sekaligus menyiapkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi lebih luas.
Harun mengatakan, dukungan kepada talenta unggulan tersebut sejalan dengan falsafah taawun atau saling membantu yang menjadi bagian dari nilai Muhammadiyah.
Lulusan S2-S3 UMS Disiapkan untuk PTMA
Komitmen UMS tidak berhenti pada proses pendidikan. Lulusan magister dan doktor juga diarahkan untuk berkontribusi dalam pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di berbagai wilayah Indonesia.
Harun mengatakan, sejumlah lulusan S2 dan S3 UMS telah diarahkan untuk memperkuat perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di berbagai daerah.
“Hampir semua lulusan S2-S3 itu kami supply untuk jadi dosen di Aceh, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur sampai Papua,” tegasnya.
Menurut Harun, pola tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring pengabdian sekaligus memperkuat institusi Muhammadiyah di berbagai penjuru Indonesia.
Ia menekankan bahwa kemajuan UMS tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan institusi sendiri, tetapi juga dari kemampuan melahirkan sumber daya manusia yang dapat berkontribusi bagi lembaga lain.
“Filosofinya, UMS ingin lari jauh secara bersama-sama, bukan ingin lari cepat sendirian,” tandas Harun. (*)
