SOLO, MENARA62.COM – Wisuda bukan sekadar seremoni untuk merayakan kelulusan. Bagi Melshanda Intan Monica, momen tersebut menjadi titik awal untuk membawa ilmu, keberanian, dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id ke tengah masyarakat.
Lulusan Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi UMS itu dipercaya mewakili wisudawan-wisudawati menyampaikan kesan dan pesan dalam Wisuda Periode I Tahun Akademik 2026/2027 di Edutorium K.H. Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (26/9/2026).
Di hadapan para wisudawan, orang tua, dan sivitas akademika UMS, Melshanda mengajak lulusan untuk mengapresiasi perjalanan panjang yang telah mereka lalui hingga mencapai hari kelulusan.
“Gelar yang kita sandang bukanlah sekadar lembar ijazah yang terbingkai, namun bukti dari perjalanan yang tidaklah mudah. Bukti ketika kita jatuh, ketika kita ragu, dan ketika kita bertanya, apakah saya mampu,” ujar Melshanda.
Selama menjadi mahasiswa UMS, Melshanda tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik. Ia juga mencatat sejumlah prestasi di tingkat nasional dan internasional, di antaranya Gold Medal World Young Inventors Exhibition 2025, Gold Medal and Special Award International Ideapaper 2025, serta Gold Medal Youth International Science Fair 2024.
Ia juga meraih Silver Medal International Inventors Day 2024 dan 3rd Place Article Competition Ahmad Dahlan Youth International Camp 2024.
Di tingkat nasional, Melshanda meraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi Utama II UMS 2025 serta Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Bicromat STIKES Nasional 2024.
Pengalaman kepemimpinannya pun terasah ketika ia dipercaya menjadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Farmasi UMS 2025.
Bagi Melshanda, pengalaman organisasi, kompetisi, riset, dan kegiatan akademik selama empat tahun di UMS telah membentuk dirinya jauh melampaui kemampuan akademik.
“Di kampus tercinta ini, kita tidak hanya belajar tentang akademik, tetapi belajar untuk mengenal diri kita siapa sebenarnya. Belajar bertanggung jawab, bekerja sama, memahami perbedaan, dan juga menerima kegagalan,” katanya.
Dorong Perempuan Berani Memimpin
Pengalaman menjadi pemimpin organisasi mahasiswa sekaligus aktif dalam berbagai kompetisi membuat Melshanda menyampaikan pesan khusus kepada perempuan.
Ia menilai perempuan memiliki ruang yang sama untuk bermimpi, memimpin, menciptakan karya, dan menghadirkan perubahan.
“Perempuan tidak hanya bisa bermimpi, tetapi mampu untuk memimpin, menciptakan, dan membawa perubahan. Jangan pernah mengecilkan mimpi hanya karena kita perempuan,” tegasnya.
Menurut Melshanda, keberanian mengambil kesempatan menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan potensi dan mewujudkan cita-cita.
“Ketika kesempatan bertemu dengan keberanian, maka tidak ada batas yang terlalu tinggi yang akan kita raih,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UMS, dosen, dan seluruh sivitas akademika yang telah membuka ruang bagi mahasiswa untuk berkembang serta berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Terima kasih telah mendidik kami untuk menjadi sarjana dan juga memberi kami kepercayaan bahwa perempuan tidak hanya mampu untuk bermimpi, tetapi mampu untuk membawa perubahan bagi bangsa dan negara,” katanya.
Wisuda Jadi Awal Tanggung Jawab
Melshanda mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukanlah garis akhir. Setelah menyandang gelar sarjana, para alumni justru memasuki fase baru dengan tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah tantangan yang besar di masa depan. Kami percaya bahwa setiap insan yang ada di sini adalah pribadi yang mampu menjadi agen perubahan dan pelopor kebaikan di masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak para lulusan membawa nilai-nilai yang diperoleh selama berada di UMS ke lingkungan masing-masing. Melshanda mengutip ajaran Ki Hadjar Dewantara, “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
Menurut dia, alumni UMS diharapkan mampu menjadi pribadi yang memberi teladan, membangun semangat, dan menghadirkan manfaat.
“Jadilah alumni yang memberi teladan, membangun semangat, dan memberi manfaat. Karena kelulusan yang kita raih hari ini bukanlah akhir dari pendidikan, melainkan awal dari rasa tanggung jawab kepada masyarakat,” tuturnya.
Di hadapan para orang tua, Melshanda juga mengingatkan bahwa keberhasilan wisudawan tidak terlepas dari dukungan keluarga.
“Gelar ini memang atas nama kami, tetapi di perjalanan untuk mendapatkannya terdapat doa, air mata, cinta, dan juga pengorbanan,” ungkapnya.
Menutup pesannya, Melshanda mengajak para lulusan tetap membawa identitas dan nilai-nilai UMS meski telah meninggalkan status sebagai mahasiswa.
“Hari ini mungkin menjadi hari terakhir kita untuk menjadi mahasiswa UMS. Tetapi percayalah rekan-rekanku, ini bukanlah hari terakhir kita untuk membawa nilai-nilai UMS dalam kehidupan kita,” katanya.
Ia kemudian menutup sambutannya dengan semangat sebagai bagian dari keluarga besar UMS.
“Suatu hari nanti ketika dunia bertanya kepada kita, siapa kita? Maka dengan lantang kita akan menjawab, I’M UMS: Islami, mencerahkan, unggul, mendunia, sustainable,” pungkas Melshanda. (*)


