31.9 C
Jakarta

Kamad Muhammadiyah Karanggede Digembleng Jadi Pemimpin Adaptif

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM — Peningkatan mutu madrasah tak hanya bergantung pada kualitas pembelajaran di ruang kelas. Kepemimpinan kepala madrasah juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah pengembangan lembaga pendidikan.

 

Karena itu, para Kepala Madrasah (Kamad) Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede, Boyolali, mengikuti Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad) Muhammadiyah selama empat hari, 24–27 September 2026.

 

Kegiatan yang berlangsung di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Karanganyar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan sekaligus tata kelola madrasah Muhammadiyah.

 

Program Diksuskamad diinisiasi Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Program ini diarahkan untuk membentuk kepala madrasah yang adaptif, inovatif, dan memiliki wawasan global.

 

Dalam pelatihan tersebut, para kepala madrasah dibekali empat kompetensi utama, yakni kompetensi akademik, kepribadian, sosial, dan kewirausahaan.

 

Ketua Forum Komunikasi Kepala Madrasah Muhammadiyah (FKKM) Karanggede, M. Sulistyo, mengatakan keikutsertaan para kepala madrasah dalam Diksuskamad menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing madrasah Muhammadiyah di Boyolali.

 

“Diksuskamad ini menjadi momentum penting bagi kami di Karanggede. Kami berkomitmen membawa pulang ilmu, strategi baru, dan memperluas jejaring agar setiap Madrasah Muhammadiyah di Karanggede bertransformasi menjadi sekolah unggulan yang berkemajuan,” ujar Sulistyo saat penutupan kegiatan, Minggu (27/9).

 

Menurut dia, peningkatan kompetensi kepala madrasah diharapkan tidak berhenti pada selesainya pelatihan. Pengetahuan dan jejaring yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi program nyata di masing-masing satuan pendidikan.

 

Dukungan serupa disampaikan Ketua Majelis Dikdasmen PCM Karanggede, Fatoni Afif Fauzi. Ia menilai kepala madrasah perlu terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan membaca potensi yang ada di lingkungan masing-masing.

 

“Kepala madrasah dituntut kreatif mencari terobosan baru dan jeli melihat potensi lokal agar madrasah Muhammadiyah selalu menjadi pilihan utama masyarakat,” tegas Fatoni.

 

Bidik Keunggulan Spesifik Tiap Madrasah

 

Usai mengikuti Diksuskamad, para kepala madrasah Muhammadiyah se-Karanggede ditargetkan segera merumuskan keunggulan spesifik atau unique selling point (USP) di satuan pendidikan masing-masing.

 

Target tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

 

Dengan konsep tersebut, setiap madrasah diharapkan memiliki karakter dan program unggulan yang dapat menjadi pembeda sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

 

Selain pengembangan keunggulan masing-masing madrasah, revitalisasi manajemen pembelajaran berbasis teknologi menjadi salah satu fokus yang akan diterapkan setelah para kepala madrasah kembali ke satuan pendidikan.

 

Penguatan karakter Islami juga menjadi bagian penting dari agenda pengembangan madrasah.

 

Melalui peningkatan kompetensi kepala madrasah, Muhammadiyah Karanggede mendorong lembaga pendidikannya tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga memiliki identitas pendidikan yang kuat dan berkemajuan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!