SOLO, MENARA62.COM – Renovasi Masjid As-Syiar Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas dan meningkatkan kualitas pengabdian pegawai. Hal itu mengemuka dalam pengajian tasyakuran renovasi masjid yang digelar Kamis (22/10/2026), dengan mengusung tema “Memakmurkan Masjid, Meningkatkan Kinerja, Meraih Keberkahan RRI Surakarta.”
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ungkapan syukur atas selesainya renovasi masjid, tetapi juga menjadi ajakan untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam bekerja, melayani masyarakat, dan membangun kebersamaan di lingkungan kerja.
Pengajian ini dihadiri Kepala LPP RRI Surakarta sekaligus Pembina Masjid As-Syiar, Iwan Martono, Kepala Bagian Tata Usaha Dian Margawati, para ketua tim, pengelola, pegawai RRI Surakarta, peserta magang, serta warga Kestalan.
Hadir sebagai penceramah, Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko, yang mengingatkan pentingnya menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah dan ikhtiar untuk meraih keberkahan hidup.
Menurut Dwi Jatmiko, keberkahan tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta atau tingginya penghasilan. Keberkahan juga tercermin dari bertambahnya kebaikan dalam diri, keluarga, lingkungan kerja, hingga kehidupan bermasyarakat.
“Masjid bukan sekadar tempat bersujud, tetapi juga tempat menumbuhkan kejujuran, kedisiplinan, dan semangat pengabdian. Renovasi masjid hendaknya tidak hanya memperindah bangunan, tetapi juga memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas kinerja,” ujar Dwi Jatmiko.
Pekerjaan Bisa Menjadi Ibadah
Ia menegaskan, pekerjaan dapat bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang ikhlas, dilaksanakan secara profesional, serta memberikan manfaat bagi orang lain.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi seluruh pegawai RRI Surakarta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Nilai spiritual diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ibadah di masjid, tetapi juga tercermin dalam kedisiplinan, integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ketika pekerjaan dilandasi niat yang ikhlas, dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi sesama, insyaallah akan menghadirkan keberkahan. Mari memakmurkan Masjid As-Syiar, meningkatkan kinerja, dan menjadikan RRI Surakarta sebagai lingkungan kerja yang amanah, profesional, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui pesan tersebut, pengajian tasyakuran renovasi Masjid As-Syiar menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam bekerja tidak hanya ditentukan oleh pencapaian profesional, tetapi juga oleh nilai moral, tanggung jawab, dan manfaat yang diberikan kepada sesama.
Sejalan dengan Semangat Hari Santri Nasional
Pengajian tasyakuran renovasi Masjid As-Syiar juga bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.”
Semangat Hari Santri tersebut selaras dengan upaya memperkuat peran nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Masjid diharapkan menjadi ruang pembinaan akhlak, penguatan silaturahmi, serta pembentukan karakter yang mendorong lahirnya pribadi yang amanah dan peduli terhadap lingkungan.
Renovasi Masjid As-Syiar diharapkan tidak hanya menghadirkan kenyamanan dalam beribadah, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kepedulian terhadap agama, manusia, sistem, dan lingkungan sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih baik.
Dengan masjid yang semakin nyaman dan lingkungan kerja yang berlandaskan nilai spiritual, RRI Surakarta diharapkan terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
Pada akhirnya, memakmurkan masjid bukan hanya tentang meramaikan tempat ibadah, melainkan juga menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap aktivitas, termasuk bekerja secara profesional, menjaga amanah, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (*)

