Haedar Nashir: Islam Berkemajuan Kunci Keunggulan UMS

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa spirit Islam berkemajuan menjadi kunci penting bagi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk terus berkembang, unggul, dan berkontribusi dalam membangun peradaban.

 

Pesan tersebut disampaikan Haedar Nashir dalam amanatnya pada puncak peringatan Hari Jadi (Harijadi) ke-68 UMS di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Sabtu (24/10/2026).

 

Dalam amanatnya, Haedar menekankan bahwa kemajuan sebuah organisasi maupun bangsa tidak hadir dengan sendirinya. Kemajuan merupakan hasil akumulasi kerja keras, penggunaan akal budi, penguasaan ilmu pengetahuan, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta semangat untuk terus melakukan pembaruan.

 

Menurutnya, perkembangan peradaban Barat dapat menjadi salah satu bahan pembelajaran tentang pentingnya rasionalitas, sains, humanisme, dan progresivitas. Namun, Muhammadiyah memiliki landasan tersendiri dalam membangun kemajuan, yakni nilai-nilai Islam yang berpadu dengan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan identitas kebangsaan.

 

“Islam bukan sekadar agama ritual, tetapi juga agama yang membawa misi peradaban dan kemajuan,” demikian inti pesan Haedar dalam amanatnya.

 

Islam Berkemajuan sebagai Identitas Muhammadiyah

 

Haedar menjelaskan, Muhammadiyah memandang Islam sebagai kekuatan yang mendorong umat untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Teladan Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi pedoman dalam menjalankan ibadah, tetapi juga dalam membangun moral, kehidupan sosial, dan tatanan masyarakat yang berkeadilan.

 

Karena itu, kemajuan Muhammadiyah tidak cukup hanya bertumpu pada budaya kerja, profesionalisme, atau kemampuan mengelola organisasi. Lebih dari itu, diperlukan identitas yang kuat mengenai jati diri, tujuan, dan nilai-nilai yang menjadi landasan gerakan.

 

Identitas tersebut menjadi penting agar Muhammadiyah mampu berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan karakter keislamannya. Dengan fondasi yang jelas, organisasi dapat membangun keunggulan sekaligus menjaga kesinambungan gerakan dakwah dan pendidikan.

 

Pesan ini relevan bagi UMS sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan tinggi. Perkembangan UMS menunjukkan pentingnya pengelolaan institusi secara terarah dengan tetap berpegang pada nilai dan tujuan yang mendasarinya.

 

Menjaga Jati Diri Bangsa di Tengah Persaingan Global

 

Selain menekankan identitas keislaman, Haedar juga mengingatkan pentingnya menjaga karakter kebangsaan. Muhammadiyah dan seluruh amal usahanya diharapkan mampu menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang berdaya saing global, tetapi tetap memiliki akar nilai, budaya, dan spiritualitas yang kuat.

 

Menurut perspektif Islam berkemajuan, kemajuan tidak semata-mata diukur dari capaian material, perkembangan teknologi, atau posisi dalam pemeringkatan. Kemajuan juga harus tercermin dalam kualitas moral, penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

 

Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dikembangkan sejalan dengan tanggung jawab etis dan nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan tinggi Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial.

 

Bagi UMS, prinsip tersebut menjadi landasan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan nasional maupun global.

 

Akidah dan Akhlak Menjadi Fondasi Kemajuan

 

Dalam amanatnya, Haedar juga menekankan pentingnya menjaga akidah dan akhlak mulia sebagai fondasi keberlanjutan gerakan Muhammadiyah. Spirit Islam berkemajuan harus terus dipelihara agar perkembangan organisasi tidak kehilangan arah dan makna.

 

Kemajuan yang dibangun di atas nilai tauhid, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, dan komitmen terhadap kemaslahatan manusia diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas. Nilai-nilai tersebut juga menjadi pembeda bagi Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan dan berbagai amal usahanya.

 

Momentum Harijadi ke-68 UMS, dengan demikian, tidak hanya menjadi perayaan perjalanan institusi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kembali identitas dan orientasi masa depan universitas.

 

UMS diharapkan terus tumbuh sebagai perguruan tinggi yang mampu memadukan keunggulan akademik, nilai-nilai Islam, dan semangat kebangsaan. Melalui perpaduan tersebut, UMS dapat memperkuat perannya dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi persaingan global.

 

Haedar menegaskan melalui pesan utamanya bahwa spirit Islam berkemajuan harus senantiasa menjadi energi penggerak Muhammadiyah dan seluruh amal usahanya. Dengan menjaga akidah, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menjunjung tinggi akhlak mulia, kemajuan diharapkan tidak hanya menghasilkan keunggulan organisasi, tetapi juga membawa keberkahan dan manfaat bagi umat, bangsa, dan peradaban. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!