SOLO, MENARA62.COM – Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin menjadi kebutuhan dalam dunia akademik, termasuk dalam penyusunan dan publikasi karya ilmiah. Namun, kemudahan teknologi tersebut harus diimbangi dengan integritas akademik serta kemampuan manusia mengendalikan penggunaannya.
Perspektif tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam kegiatan Interdisciplinary Sharing: Penulisan Karya Ilmiah Berbasis Digital yang diselenggarakan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (5/11/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa, termasuk mahasiswa Magister Pendidikan Jasmani FKIP UMS.
Dalam pemaparannya, Prof. M. Farid Wajdi, S.E., M.M., Ph.D., menegaskan bahwa kehadiran AI tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi kemampuan intelektual manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kecerdasan dan produktivitas manusia.
“AI memperkuat kecerdasan manusia, bukan menggantikan tanggung jawab intelektual manusia,” tegasnya.
Menurutnya, perkembangan zaman membuat dunia akademik tidak mungkin melepaskan diri dari pemanfaatan teknologi AI. Karena itu, mahasiswa dan akademisi perlu memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus memahami batasan penggunaannya.
Perspektif tersebut juga mengemuka dalam diskusi yang diikuti mahasiswa Magister Pendidikan Jasmani UMS, Arief Samudiyanto. Ia menilai pendekatan lintas disiplin (interdisciplinary) menjadi semakin penting dalam pengembangan penelitian dan publikasi ilmiah.
Menurut Arief, pemanfaatan perangkat digital oleh para akademisi dari berbagai disiplin ilmu dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Pertemuan perspektif dan keahlian berbeda berpotensi menghasilkan inovasi penelitian serta publikasi yang lebih komprehensif dan kredibel.
“Bukan kita yang bergantung pada AI, tetapi bagaimana AI bisa kita gunakan dengan bijak dan tetap berada dalam kendali kita,” ungkap Arief.
Selain membahas efisiensi penelitian, kegiatan tersebut juga memberikan perhatian pada persoalan etika akademik di tengah perkembangan teknologi digital. Peserta diingatkan untuk menjaga integritas ilmiah, menghindari plagiarisme, serta tidak menyerahkan sepenuhnya proses berpikir dan tanggung jawab akademik kepada kecerdasan buatan.
Sementara itu, Dr. Sasongko Tri Utomo, S.E., M.M., menjelaskan bahwa penulisan karya ilmiah pada era digital tidak lagi terbatas pada metode konvensional. Berbagai perangkat digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi, ketelitian, dan kualitas proses penelitian.
Sejumlah perangkat yang diperkenalkan meliputi Mendeley dan Zotero untuk membantu pengelolaan referensi serta penyusunan sitasi, Turnitin untuk memeriksa kemiripan naskah, hingga perangkat berbasis AI yang dapat mendukung analisis data dan penyuntingan tata bahasa akademik.
Pemanfaatan perangkat tersebut diharapkan membantu mahasiswa dan peneliti menjalankan proses penulisan ilmiah secara lebih sistematis. Meski demikian, hasil kerja teknologi tetap membutuhkan pemeriksaan, penilaian kritis, dan tanggung jawab penulis.
Melalui kegiatan Interdisciplinary Sharing ini, Pascasarjana UMS mendorong peningkatan kompetensi akademik mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat diharapkan dapat mendukung lahirnya karya ilmiah berkualitas, memenuhi standar publikasi internasional, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan simulasi teknis penggunaan berbagai perangkat penulisan ilmiah digital. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung penerapan teknologi dalam mendukung proses penelitian dan publikasi ilmiah. (*)
