29.1 C
Jakarta

ASEMME6 Di Korea Selatan Tekankan Pentingnya Kerjasama TIK Pendidikan

Must read

Belajar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ini Profesi dan Prospek Pekerjaan yang Tersedia

JAKARTA, MENARA62.COM – Kesehatan Masyarakat merupakan jenis ilmu kesehatan yang sangat fleksibel baik dalam soal profesi maupun prospek pekerjaan. Seseorang yang lulus dari program...

Kemendikbud Serahkan Anugerah Kebudayaan 2020 kepada 33 Penerima

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku kesenian dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Kebudayaan kembali menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia....

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

AMM Lembata Salurkan Bantuan bagi Korban Letusan Gunung Ile Lewotok

LEMBATA, MENARA62.COM - Gunung Ile Lewolotok yang terletak di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada hari Minggu, 29 November 2020...

SEOUL, MENARA62.COM– Kementerian Pendidikan Korea Selatan menyelenggarakan Pertemuan para Menteri Pendidikan Asia-Eropa yang ke-6 (The 6th ASEM Education Ministers Meeting) atau ASEMME6 di Seoul. Kegiatan yang merupakan hasil kerjasama dengan ASEM Education Secretariat (AES) Jakarta tersebut dilaksanakan  pada 20-22 November 2017.

Mengambil tema Collaboration for the Next Decade: From the Common Perspective to Effective Fulfillment, ASEMME6  bertujuan meningkatkan efektivitas kerjasama antara Asia dan Eropa dalam menghadapi tantangan global. Terutama terkait kemampuan kerja dan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan.

Pertemuan selama 3 (tiga) hari para Menteri Pendidikan Asia-Eropa atau ASEMME6 di Negeri Ginseng ini dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Korea Selatan Lee Nak-yon dan dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pendidikan Korea Selatan, Kim Sang-kon dan juga dihadiri oleh 216 peserta dari 44 ASEM partners dan 13 stakeholders lainnya.

Dalam siaran pers yang dikirim Kemenristekdikti Jumat (24/11/2017), Perdana Menteri Korea Selatan saat membuka ASEMME6 menyoroti pentingnya pendidikan dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri Keempat dan Deklarasi Seoul yang diharapkan menjadi pondasi dalam kerjasama pendidikan yang bermanfaat di masa depan.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, ditunjuk sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia yang beranggotakan Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaaan Kemenristekdikti Intan Ahmad, dan Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti Aris Junaidi, serta perwakilan AES dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri RI.

Sesi pleno juga digelar dalam ASEMME6, dalam pembahasan strategi untuk meningkatkan kemampuan kerja kaum muda melalui bidang pendidikan, Delegasi Republik Indonesia menyampaikan pengalaman melibatkan kalangan bisnis dan asosiasi profesi dalam menyusun kurikulum serta membuka akses bagi mahasiswa untuk dapat belajar di industri melalui program magang.

Indonesia juga berperan aktif dalam mengembangkan ASEAN Qualification Framework (AQF) yang mendukung pemikiran bahwa pemberian kualifikasi individu tidak hanya terbatas pada pendidikan formal, namun juga pendidikan non-formal termasuk pelatihan khusus.  AQF ini juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama dan konektivitas dalam pendidikan tinggi di ASEAN serta dapat diperluas di tingkat ASEM.

Adapun 3 hal utama yang ditekankan oleh Delegasi RI yakni reformasi pendidikan tinggi di Indonesia yang berfokus pada peningkatan daya saing nasional melalui pendidikan berkualitas,  program mobilitas pelajar dalam kerangka ASEM Education Process yakni ASEM Work Placement Programme dan ASEM Joint Curriculum Development Programme in Hospitality and Tourism dan  Indonesia menyampaikan rekomendasi perlunya kesiapan universitas untuk mengadopsi dan mengimplementasikan credit transfer system, dan meningkatkan penjaminan mutu pada tiap universitas. Peran Indonesia dalam program mobilitas dan program joint/double degree memperoleh apresiasi dari negara lainnya seperti Jerman dan juga dari Uni Eropa.

Pada akhir pertemuan ASEMME6, Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menristekdikti Mohamad Nasir, menyerahkan secara resmi ASEM Education Secretariat kepada Pemerintah Belgia yang akan menjadi tuan rumah untuk periode 2017-2021.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Belajar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ini Profesi dan Prospek Pekerjaan yang Tersedia

JAKARTA, MENARA62.COM – Kesehatan Masyarakat merupakan jenis ilmu kesehatan yang sangat fleksibel baik dalam soal profesi maupun prospek pekerjaan. Seseorang yang lulus dari program...

Kemendikbud Serahkan Anugerah Kebudayaan 2020 kepada 33 Penerima

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku kesenian dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Kebudayaan kembali menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia....

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

AMM Lembata Salurkan Bantuan bagi Korban Letusan Gunung Ile Lewotok

LEMBATA, MENARA62.COM - Gunung Ile Lewolotok yang terletak di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada hari Minggu, 29 November 2020...

Digelar di Tengah Pandemi, Jumlah Peserta Anugerah Kihajar 2020 Alami Peningkatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud kembali menggelar Anugerah Kihajar. Kegiatan yang rutin dilakukan...