33 C
Jakarta

Belanda Catat Kenaikan Jumlah Mahasiswa Asing Hingga 12,2 Persen

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Belanda menjadi salah satu negara favorit mahasiswa dari berbagai negara untuk melanjutkan studi. Laporan yang diterbitkan Nuffic Neso menunjukkan satu dari tujuh mahasiswa di negara kincir angin tersebut merupakan mahasiswa asing.

Dalam laporan tertanggal 12 April 2022, Nuffi Neso juga melaporkan bahwa pada tahun akademik 2021/2022 teratat ada 115.08 mahasiswa internasional terdaftar di berbagai universitas di Belanda. Jumlah tersebut meningkat 12,2 persen dibanding tahun sebelumnya atau bertambah 12.507 mahasiswa.

Sementara jika dilihat dari keragaman asal negara, dibandingkan dengan tahun ajaran 2019/2020 (sebelum pandemi), mahasiswa internasional di Belanda hanya berasal dari 163 negara, walaupun ada 27 negara yang menunjukan penurunan jumlah mahasiswanya di Belanda. Namun di tahun ajaran 2021/2022 negara asal pelajar bertambah menjadi 168 negara.

Program studi yang paling banyak diminati mahasiswa internasional di universitas ilmu terapan (university of applied sciences) adalah bidang ekonomi (economics) sementara di universitas riset (research university) adalah bidang sosial (behavioural & social sciences). Bidang tehnik (engineering) serta bahasa dan budaya (language & culture) juga termasuk kedalam 3 bidang terfavorit di Belanda.

Koordinator promosi pendidikan Nuffic Neso Indonesia, Inty Dienasari menjelaskan walaupun sekarang Indonesia sudah tidak termasuk kedalam 10 negara terbesar yang mengirimkan pelajarnya ke Belanda, namun jumlah mahasiswa Indonesia yang berangkat studi ke Belanda tetap meningkat. “Tahun 2019 ada 1.413, tahun 2020 ada 1.448, dan tahun 2021 ada 1.522 pelajar asal Indonesia di Belanda. Dan angka tersebut hanya menghitung pelajar yang mengambil kuliah S1 dan S2 di Belanda,” jelasnya.

Padahal di luar program S1 dan S2, lanjut Inty, banyak juga pelajar Indonesia yang mengambil short course atau mengikuti pertukaran pelajar ke Belanda. Penerima beasiswa IISMA saja ada lebih dari 50 yang berangkat ke Belanda di tahun 2021, belum lagi menghitung yang sedang melakukan riset  di Belanda untuk mengambil gelar PhD.

Baca juga: Ribuan Pelajar Serbu Pameran Studi di Belanda

Menurut Inty, yang melakukan riset untuk mengambil gelar PhD di Belanda biasanya mendapatkan visa kerja, oleh karena itu tidak dikategorikan sebagai pelajar (visa studi) oleh imigrasi. Para peneliti itu biasanya mendapatkan gaji berdasarkan kontrak kerja dari institusi riset atau universitas riset.

PhD Recruitment

Inty menambahkan, untuk membantu para peneliti yang mendapatkan beasiswa S3 dari pemerintah Indonesia dan ingin melakukan riset di Belanda, Nuffic Neso Indonesia rutin menyelenggarakan acara PhD recruitment, sejak tahun 2018. “Diacara ini kami memfasilitasi agar para peneliti dapat mempresentasikan proposal penelitiannya dan berdiskusi dengan calon professor pembimbing,” tegasnya.

Untuk tahun ini, penyelenggaraan PhD recruitment dilakukan dua kali yakni sesi pertama di awal Oktober. Ini sifatnya global dan acaranya online, di mana para peneliti Indonesia bersaing dengan para peneliti dari negara lain untuk bisa mendapatkan tempat penelitian di Belanda (juga pendanaanya). “Lalu sesi kedua di akhir Oktober, untuk yang ini, rencananya interview akan diselenggarakan di Jakarta dan memprioritaskan bagi mereka yang sudah atau mempunyai peluang untuk mendapatkan beasiswa S3 dari pemerintah Indonesia,” tambah Inty.

Bagi yang tertarik untuk mengikuti PhD recruitment global bisa diklik pada link ini.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!