26.1 C
Jakarta

BSN Lestarikan Batik Melalui 32 SNI

Baca Juga:

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...

JAKARTA, MENARA2.COM – Batik merupakan budaya yang merepresentasikan identitas Indonesia di mata dunia. Sehelai kain batik dapat menggambarkan kekayaan budaya dan sejarah daerah tertentu di Indonesia, seperti Yogyakarta, Pekalongan, dan lain-lain.

Batik mulai bergerak dari seni tradisi hingga menjadi seni modern. Terdapat lebih dari 5.849 motif batik Indonesia dari Aceh hingga ke Papua. Batik juga kaya akan keberagaman warna, desain, dan cara mencanting.

Seiring dengan semakin banyaknya dikenakan dalam kehidupan sehari-hari, batik menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat yang mengerakkan perekonomian masyarakat.

“Industri batik mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang pada lebih dari 47 ribu unit usaha yang tersebar di 101 sentra industri batik,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam webinar “Meningkatkan Mutu Batik Kekayaan Nusantara” yang diselenggarakan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN), kerjasama Kemenparekraf/Bekraf, dan PT Pupuk Kaltim dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional pada Sabtu (2/10/2021) secara daring.

Sebagai industri kreatif dengan potensi pasar yang menjanjikan, diperlukan strategi dalam menghadapi tantangan era industri ekonomi kreatif ini agar produk batik Indonesia dapat bersaing di pasar global.

Dengan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi atas mutu batik, peran Standar Nasional Indonesia (SNI) menjadi semakin penting.

“Pemerintah memiliki kewajiban mendorong produsen batik untuk meningkatkan kualitas batik, melalui penerapan SNI,” ungkap Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad dalam webinar.

Kukuh menjelaskan bahwa BSN berkewajiban menyediakan SNI dan skema penerapan, pembinaan dan fasilitasi sertifikasi.

“Selain berperan memberikan perlindungan kepada masyarakat, SNI juga menjadi panduan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia,” tegas Kukuh.

Indonesia memperingati Hari Batik Nasional diawali pada 2 Oktober 2009 di Uni Emirat Arab, saat UNESCO menetapkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity.

BSN telah berupaya melestarikan batik dan produk batik dengan menetapkan 32 SNI batik dan produk batik yang disusun oleh Komite Teknis 59-03 Batik dan produk batik.

Sesuai SNI 0239:2014 tentang pengertian dan istilah-istilah batik, batik dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:

1.SNI 8302:2016 Batik Tulis – Kain – Ciri – Syarat mutu dan metode uji,

2.SNI 8303:2016 Batik Cap – Kain – Ciri – Syarat mutu dan metode uji,

3.SNI 8304:2016 Batik Kombinasi – Kain – Ciri – Syarat mutu dan metode uji.

Batik yang merupakan aset ekonomi kreatif di bidang kerajinan didominasi oleh sektor UMKM yang tersebar di 101 sentra usaha yang tersebar diseluruh Indonesia.

Dalam upaya pembinaan penerapan SNI, BSN telah membina sebanyak 877 UMKM. Sejumlah 43 diantaranya bergerak di bidang batik. Hingga tahun 2021, total 12 UMKM penerap SNI batik dan produk batik telah berhasil meraih sertifikasi SNI, yakni:

Daftar perajin batik yang menerapkan SNI

Dua UMKM yang berasal dari Kalimantan Timur, Batik Beras Basah dan CV Sakinah Gallery merupakan UMKM binaan Pupuk Kaltim bersama BSN.

“Pupuk Kaltim selalu berkomitmen menerapkan SNI dalam setiap aktivitas dan produktivitas. Sehingga tidak ada keraguan atas mutu produk Pupuk Kaltim,” ungkap Direktur Operasi dan Produksi PT Pupuk Kaltim, Hanggara Patrianta.

Pupuk Kaltim mempunyai beberapa mitra binaan di beberapa daerah. Empat diantaranya adalah UMKM produk batik dan dua diantaranya telah meraih SPPT SNI. “Tentunya SPPT SNI ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan daya saing produk dan memberi jaminan kualitas pada konsumen,” tukasnya.

UMKM penerap SNI ini menjadi role model penerapan SNI di bidang batik dan produk batik. UMKM yang hendak melakukan sertifikasi dapat menghubungi Lembaga Sertifikasi Produk Balai Besar Kerajinan dan Batik atau lebih dikenal sebagai LSPro Toegoe. Penerapan SNI pada UMKM diharapkan dapat menjaga dan melestarikan batik sebagai identitas bangsa Indonesia.

Ekspor Batik

Tidak hanya dicintai oleh pasar lokal, batik juga sudah diterima di mancanegara. Berdasarkan data Kemenperin, realisasi ekspor batik pada 2020 mencapai USD 532,7 juta, dan pada triwulan satu pada 2021 mencapai USD 157,8 juta.

Produk batik Indonesia telah merambah ke pasar Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Australia. Potensi peningkatan nilai ekspor batik masih cukup besar, seiring dengan peningkatan kualitas batik yang semakin diakui oleh negara-negara di dunia.

SNI menjadi kata kunci strategis jaminan mutu batik. Dengan ber-SNI berarti batik telah memiliki kepastian kualitas sesuai standar, yang diakui secara nasional, maupun secara internasional. Melalui tanda SNI, pasar dapat mengenali dan memastikan produk batik yang berkualitas.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...

  Ditjen Diktiristek Serukan Permendikbud PPKS pada 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender

JAKARTA, MENARA62.COM - Dalam rangka memperingati 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek berkolaborasi...