30.4 C
Jakarta

Diaspora Indonesia Akan Bahas Pembangunan Di Papua

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM–  Kongres Diaspora Indonesia ke-4 (CID-4 Global Summit) yang  rencananya digelar di Jakarta pada 21-22 Agustus 2017 akan menyediakan sesi pleno yang khusus membahas pembangunan Papua dan Papua Barat.

“Acara diaspora kali ini akan memberikan pendampingan dan lebih fokus untuk membangun Papua dan Papua Barat,” kata panitia CID-4 Global Summit Edward Wanandi dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/8).

Sesi pleno berjudul “Break-through Education and Telemedicine Initiative for Papua and West Papua” akan diselenggarakan pada hari pertama kongres (21/8) dengan menghadirkan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro sebagai pembicara.

“Karena pak Luhut yang mengajak kita melaksanakan visi dan misi pembangunan di Papua, khususnya untuk pendidikan dan kesehatan,” ujar Edward.

Ketua Penyelenggara CID-4 Global Summit Herry Utomo menjelaskan bahwa terobosan yang akan dilaksanakan diaspora Indonesia di Papua adalah program sekolah berasrama dan pemanfaatan teknologi untuk menunjang kesehatan (telemedicine).

Kedua program yang akan diintegrasikan dengan teknologi satelit ini diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengatasi hambatan konektivitas di daerah-daerah yang masih terisolasi di Papua.

“Dengan menggunakan satelit orbit bumi menengah (MEO) dan sistem yang bisa didistribusikan dengan baik maka hambatan-hambatan isolasi ini bisa diatasi,” ujar Herry.

Teknologi tersebut diklaim juga akan membantu proses pembimbingan di sekolah berasrama, dengan melibatkan 70 peofesor dari Amerika Serikat.

Kedua program terobosan itu merupakan kontribusi nyata diaspora Indonesia untuk membantu pembangunan di Papua dan Papua Barat, untuk mewujudkan misi Indonesia menjadi 10 bangsa paling kuat dunia pada 2050.

“Kalau Indonesia mau kuat, persoalan di provinsi-provinsi yang paling tertinggal harus diatasi dulu,” kata Herry.

Selain Papua, CID-4 Global Summit juga akan menyelenggarakan tiga sesi pleno lain untuk membahas tentang inisiatif energi untuk memenuhi kebutuhan listrik, advokasi dan bantuan hukum bagi diaspora, serta Kartu Diaspora dan sistem pembayaran.

Pada hari kedua kongres (22/8) akan digelar 32 break-out sessions yang terdiri dari 120 topik bahasan yang akan dipresentasikan oleh 110 pembicara diaspora yang ahli di bidang masing-masing beserta mitranya.

Kongres yang diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network Global itu akan ditutup dengan 30 program diaspora dalam bentuk kunjungan, observasi lapangan, dan pendampingan di berbagai desa mulai dari Papua, Ambon, Sulawesi, Jawa, Sumatera, hingga Pulau Seribu.

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!