SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan field trip edukatif di Hortimart Agro Center, Senin (13/4/2026). Kegiatan ini mengusung tema Plant a Seed, Watch it Grow: Plant Seeds and Track Growth sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman langsung di alam.
Field trip ini dirancang untuk mengintegrasikan kurikulum akademik dengan praktik nyata, sekaligus memperkuat karakter dan kemandirian murid sejak dini. Selain mendukung mata pelajaran Seni Rupa, kegiatan ini juga menekankan pentingnya interaksi langsung dengan lingkungan sebagai media belajar yang menyenangkan.
Koordinator Tim Kelas I, Lusia Wahyu Purbowati, menegaskan bahwa pembelajaran di luar kelas memiliki dampak signifikan bagi perkembangan anak usia dini. Menurutnya, pengalaman nyata mampu membantu murid mengasah keterampilan motorik sekaligus membangun sikap mandiri.
“Melalui kegiatan di alam, murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung yang melatih ketelitian dan kemandirian,” ujarnya.
Selama kegiatan, murid mengikuti tiga tahapan utama yang dipandu oleh fasilitator Hortimart. Tahap pertama adalah ekspedisi hortikultura atau agrotour. Murid dibagi menjadi enam kelompok untuk menjelajahi area seluas sekitar 25 hektare menggunakan shuttle. Mereka dikenalkan pada berbagai tanaman seperti durian, nangka, alpukat, melon, hingga aneka sayuran organik, sekaligus memahami pentingnya keanekaragaman hayati.
Tahap kedua berupa praktik menanam bibit cabai. Dalam sesi ini, murid belajar menanam menggunakan polybag dengan teknik yang benar. Aktivitas tersebut melatih ketelitian, keberanian, serta interaksi langsung dengan alam.
Salah satu murid, Sarah Shabira Mukti, mengungkapkan kegembiraannya saat berhasil menanam bibit cabai. “Aku senang sekali, nanti cabainya mau aku rawat di rumah sampai berbuah,” katanya antusias.
Selanjutnya, pada tahap ketiga, murid mengikuti kegiatan panen selektif buah jambu. Mereka mempraktikkan cara memetik buah dengan benar setelah mendapatkan contoh dari petani. Hasil panen tersebut kemudian boleh dibawa pulang sebagai bentuk apresiasi.
Tak hanya berfokus pada aspek akademik, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti keberanian, ketelatenan, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Interaksi langsung dengan alam dan teman sebaya menjadi sarana efektif dalam membentuk keterampilan sosial anak.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo berharap dapat menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna, menumbuhkan rasa syukur terhadap kekayaan alam, serta membekali murid dengan keterampilan hidup sejak usia dini. (*)
