25.6 C
Jakarta

Hari Raya Idulfitri, TMC-BPPT Riau Tetap Laksanakan Operasi Modifikasi Cuaca

Must read

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

JAKARTA, MENARA62.COM – Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC-BPPT) Riau tetap melaksanakan operasi modifikasi cuaca saat Hari Idul Fitri. Total volume air hujan tercatat sudah mencapai 33,8 juta m3.

“Hari ini tim TMC masih dilaksanakan satu sorti penerbangan di wilayah Pelalawan, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir. Lebaran hari pertama Minggu kemarin, melakukan satu sorti penerbangan penyemaian awan di wilayah Kab. Bengkalis, Siak dan Kep. Meranti, ujar Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC-BPPT) di Jakarta, dalam siaran persnya, Senin (25/5/2020).

Potensi awan saat ini, kata Tri Handoko Seto, harus tetap dioptimalkan melalui modifikasi cuaca untuk pembasahan lahan gambut.

“Kami pantau melalui radar secara near realtime setiap hari, sehingga diambil keputusan dilaksanakan penyemaian awan atau tidak, saat itu juga. Sehingga saat Hari Idul Fitri pun, kami tetap harus laksanakan operasi,” paparnya.

Operasi TMC pencegahan kebakaran hutan tahun ini dilaksanakan BBTMC-BPPT sejak 13 Mei 2020 atas inisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan BMKG, BNPB dan BRG (Badan Restorasi Gambut).

Hasil pantauan satelit  TRMM (Tropical Rainfall Measuring Missing) selama operasi TMC berjalan 13-23 Mei  2020, terpantau  hujan  merata di  seluruh wilayah Prov Riau dengan curah hujan  terbesar berada di  Bengkalis, Siak, Dumai,  Rohil dan Kep. Meranti  sebesar 80-300 mm. Sedangkan wilayah Prov. Riau  lainnya curah hujan pada kisaran 50-200 mm  kecuali Rokan Hulu  dengan curah hujan hanya sekitar 10-  120 mm.

“Hasilnya cukup baik guna pembahasan lahan gambut. Mudah-mudahan akan terus berlanjut, ujar Faisal Sunarto, Koordinator Lapangan BBTMC Posko TMC Riau.

Faisal Sunarto mengatakan, hingga Minggu (24 Mei 2020) total volume air hujan yang tercatat sudah mencapai 33,8 juta m3 dengan rata-rata curah hujan harian sekitar 7.6 mm. Sedangkan akumulai curah hujan aktual AWS/ARG dari BMKG mencatat angka 83.3 mm.

Jumlah NaCL yang dgunakan selama operasi berlangsung hingga 25 Mei sekitar 8,8 ton. Sedangkan sorti penyemaian yang telah dilaksanakan sebanyak 11 kali penerbangan.

Kepala Bagian Pelayanan Teknologi BBTMC Sutrisno mengatakan berdasarkan informasi HOTSPOT (MODIS dan SNPP dgn prob > 80%), jumah hotspot di wilayah Riau hingga 21 Mei terpantau nol titik. Sedangkan, untuk target pembasahan lahan dipantau berdasarkan data tinggi muka air lahan gambut (TMA Lahan Gambut).

“Trennya sebagian besar sudah menurun kendati masih dibawah nilai aman dari yang ditetapkan BRG,” ujarnya.

Sutrisno mengatakan, TMC Pencegahan Karhutla di Riau dijadwalkan selama 15 hari . Setelah Riau, TMC akan dilakukan untuk wilayah Sumatera Selatan sesuai arahan KLHK. Tujuannya sama untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan prediksi BMKG, musim panas tahun ini mencapai puncaknya pada periode Juni hingga Agustus. TMC Pencegahan Karhutla dilaksanakan terlebih dulu di Riau karena mayoritas Titik Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TP-TMAT) lahan gambut di Provinsi Riau, telah menunjukkan pada level waspada.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

Ketum Kowani: Suka Tak Suka, Perempuan Harus Belajar Teknologi

JAKARTA, MENARA62.COM – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertekad membangun komunikasi antar perempuan dari seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Connecting Women. Aplikasi yang diluncurkan Maret...