27.4 C
Jakarta

HMI-Kahmi Galang Dana untuk Guru Budi

Baca Juga:

SAMPANG, MENARA62.COM – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (Kahmi) se-Jawa Timur menggalang dana untuk guru SMA Negeri 1 Torjun, Sampang yang meninggal dunia menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh muridnya sendiri.

Aksi penggalangan dana yang dilakukan oleh aktivis HMI dan Kahmi lintas perguruan tinggi se-Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian terhadap guru Budi yang meninggal di tangan muridnya sendiri.

“Inilah yang mendasari kami melakukan aksi penggalangan dana untuk kami sumbangkan kepada keluarga yang ditinggalkannya,” ujar koordinator aksi penggalangan dana “Peduli Guru Budi” wilayah Madura Khotim Ubaidillah kepada Antara di Sampang, Sabtu (03/02/2018).

Pengumpulan dana dilakukan aktivis HMI-Kahmi se-Jawa Timur itu melalui Ketua HMI Komisariat Sastra Universitas Malang Periode 2009-2010, Fathol Arifin.

Hingga Sabtu (3/2/2018) jumlah dana yang terkumpul mencapai Rp28.400.913 dari 74 orang penyumbang dari berbagai perguruan tinggi se-Jawa Timur.

Rencana semula, hasil penggalangan dana untuk guru yang meninggal akibat kasus penganiayaan yang dilakukan oleh muridnya sendiri itu, diserahkan kepada pihak keluarga pada 2 Februari 2018.

Namun, karena banyak permintaan dari alumni dan aktivis HMI di Jawa Timur, maka penyerahan hasil pengalangan dana yang dilakukan melalui grup jejaring sosial whatshapp itu ditunda hingga 7 Februari 2018.

“Agar memudahkan rekap data, bagi kakanda/ayunda yang sudah transfer, mohon konfirmasi ke nomor wa 085735044441,” ujar Arifin.

“Sebagai pertanggung jawaban dan bentuk transparansi donasi ini, tanggal 7-2-2018 akan saya printkan rekening koran dan buku tabungan rekening 0430140573 BNI a.n. Fathol Arifin,” katanya, menjelaskan.

Guru seni rupa di SMA Negeri 1 Torjun, Sampang, Madura yang tewas akibat penganiayaan yang dilakukan siswanya sendiri itu, merupakan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang.

Dia bergabung dengan korps organisasi ektra kampus yang didirikan oleh alm Lafran Pane 5 Februari 1947 atau dua tahun setelah kemerdekaan Republik Indonesia itu, sejak 2009.

Di HMI, Budi sempat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) Bidang Kewirausahaan dan Pengembangan Profesi (KPP) sampai sebagai ketua.

Keahliannya di bidang seni, menjadikan pemuda asal Sampang, Madura ini dikenal luas hampir semua kader HMI komisariat di lingkungan HMI Cabang Malang.

Apalagi yang bersangkutan selalu tampil menghibur peserta latihan kader yang digelar di masing-masing komisariat.

Kasus penganiayaan yang menimpa guru seni rupa Ahmad Budi Tjahyanto oleh muridnya berinisial HI itu, terjadi Kamis (1/2/2018). (Antara)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!