31.5 C
Jakarta

Kemendikbud Dorong Tumbuhnya Klub-Klub Sepakbola di Sekolah

Baca Juga:

DEPOK – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dorong tumbuhnya klub-klub sepakbola ditingkat sekolah dasar. Salah satu upayanya adalah dengan menggelar Semiloka Pelatihan Sepakbola tingkat SD 2018 yang berlangsung 8-16 Oktober. Kegiatan yang digelar di National Youth Training Center (NYTC) PSSI, Sawangan, Depok tersebut untuk angkatan pertaa diikuti 55 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SD.

“Saya minta guru-guru yang dilatih pada tahun ini, harus membentuk klub sepakbola di sekolahnya masing-masing, dan mereka terus menerus dilatih sampai jadi,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad, Rabu (10/10).

Pada saat klubnya sudah jadi, Hamid menambahkan agar Direktorat Pembinaan SD memberi tugas kepada peserta untuk membina lima sekolah lain di sekitarnya. “Kalau ada 100 guru yang dilatih tahun ini kemudian disebarkan kepada minimal 5 SD di sekitarnya, paling tidak ada tambahan 500 lagi. Ini dalam rangka percepatan,” ujarnya.

Selain itu, Hamid juga berpesan kepada guru PJOK yang hadir untuk menggalakkan kembali senam jasmani di sekolah yang digelar setiap hari Jumat.

“Dulu itu, setiap Jumat selalu ada olahraga senam, suaranya itu masih terngiang terus. Kalau 44 persen anak-anak itu tidak bugar, itu artinya anak-anak itu ada yang salah,” ungkap Hamid.

Di akhir sambutannya, Hamid berpesan, selain untuk sungguh-sungguh mengikuti semiloka ini juga agar setelah kembali ke sekolahnya para guru dapat merencanakan apa yang akan dilakukan di sekolahnya masing-masing.

“Saya harapkan guru-guru yang mengikuti semiloka kepelatihan sepakbola ini, betul-betul bisa menekuni. Mudah-mudahan nanti olahraga sepakbola ini bisa bangkit dengan bangkitnya klub-klub sepakbola di SD yang kita harapkan bisa tumbuh dengan baik ke depan,” kata Hamid.

Turut hadir dalam acara pembukaan semiloka kepelatihan sepakbola tingkat SD ini Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, yang juga ikut menggagas kegiatan ini. Dalam sambutannya, Ratu Tisha menyampaikan dengan menggandeng Kemendikbud, PSSI saat ini hanya ingin fokus pada pendidikan pelatihan sepakbola termasuk pendidikan karakter yang akan diterapkan.

“Sepakbola rasanya terlalu besar untuk PSSI kelola sendirian. Sepakbola tidak hanya sekedar permainan tetapi disitu bisa mencerminkan seperti apa manusia Indonesia sesungguhnya, seperti apa sikap sportifitas, respek, disiplin manusia Indonesia. Harapan itu tercermin dalam sepakbola yang baik,” ungkap Ratu Tisha.

Dengan 110 peserta dari berbagai zona yang dilatih pada Oktober ini, Direktorat Pembinaan SD secara bertahap sudah mulai merintis untuk memiliki pelatih-pelatih sepakbola di 2.758 zona. Pelatih-pelatih ini berasal dari guru PJOK berlisensi D. Sehingga harapan untuk memiliki pemain sepakbola yang handal akan tumbuh di masa yang akan datang.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!