27.5 C
Jakarta

Kemendikdasmen: Hasil TKA Bukan untuk Labeling, Tapi Jadi Cermin Evaluasi Pendidikan

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan Dasar Menengah menegaskan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dirilis tahun ini sama sekali bukan alat untuk memberikan “label” atau peringkat bagi daerah, sekolah, maupun murid. Sebaliknya, capaian dari tes yang diikuti oleh lebih dari 97 persen siswa secara nasional ini dirancang sebagai instrumen refleksi guna memotret kualitas pembelajaran riil di lapangan.

Dalam keterangannya, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikdasmen Toni Toharudin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan seluruh murid tingkat SD/MTS/SMP Sederajat yang telah menyukseskan pelaksanaan tes ini. “Tingginya angka partisipasi nasional—yang mengonfirmasi lebih dari 97 persen siswa terlibat—menjadi sinyal positif bagi budaya evaluasi pendidikan di Indonesia,” ujar Toni pada Taklimat Media, Senin (26/5).

Ia menggarisbawahi terkait urgensi data TKA yang dihasilkan tahun ini, bahwa hasil TKA bukan kompetisi angka. Hasil tes harus dipahami dalam konteks perbaikan sistem pendidikan secara komprehensif, bukan sekadar persaingan angka antarwilayah.

Hasil TKA juga menjadi big data pendidikan. Pelaksanaan TKA tahun ini berhasil menghimpun basis data skala besar (big data) yang sangat kaya dan strategis nasional.

Selain itu, dari hasil TKA ini bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis bukti (Evidence-Based). Pemetaan mutu hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih presisi dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Dalam pelaksanaan TKA tingkat SD/MI dan SMP/MTs, Toni mengungkapkan bahwa hasil TKA menunjukkan bahwa kemampuan literasi Bahasa Indonesia siswa relatif lebih baik dibandingkan dengan kemampuan numerasi dan matematika, baik di tingkat SD maupun SMP. Temuan ini menjadi alarm sekaligus sinyal penting bagi dunia pendidikan tanah air.

Toni Toharudin menekankan bahwa ke depannya, satuan pendidikan harus memperkuat proses pembelajaran sehari-hari yang berfokus pada kemampuan berpikir logis, penalaran matematis dan kemampuan pemecahan masalah (problem solving).

Di balik evaluasi akademis tersebut, pelaksanaan TKA tahun ini juga membuktikan bahwa sistem asesmen nasional Indonesia semakin siap, tertib, dan adaptif dalam menghadapi tantangan teknis di lapangan.

Meski sempat ditemukan beberapa kendala, dampaknya tidak signifikan berkat kesiapan mekanisme pengawasan yang ketat, verifikasi berlapis, sistem pengacakan soal yang solid, hingga penyediaan jadwal susulan bagi peserta yang mengalami kendalan teknis.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!