26 C
Jakarta

Kemenlu Belanda Tawarkan Beasiswa Program Studi Master

Baca Juga:

JAKARTA – Kementrian Luar Negeri Belanda melalui Orange Knowledge Programme (OKP) berkomitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan program peningkatan kapasitas berupa beasiswa, training dan kerjasama institusi.

“Tahun ini OKP membuka kesempatan bagi warga negara Indonesia untuk melanjutkan program studi Master (S2) dan melakukan training singkat di Belanda,” jelas Direktur Nufic Neso Indonesia Peter van Tuijil dalam siaran persnya, Kamis (5/7).

OKP merupakan program lima tahun (2017 – 2022) dari Kementrian Luar Negeri Belanda yang bertujuan mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia. Caranya adalah dengan meningkatkan kapasitas organisasi dan individu.

Dana OKP akan disalurkan melalui tiga modalitas yaitu beasiswa, training dan kerjasama institusi. Prioritas tema bagi Indonesia untuk program OKP adalah penegakan hukum dan keamanan (Security and Rule of Law), Air (Water) dan Ketahanan Pangan (Food Security).

“Penentuan tema ini didasarkan pada prioritas kerjasama bilateral antara Indonesia – Belanda dan serangkaian kegiatan konsultasi dengan pemangku kepentingan yang ada di Indonesia,” lanjut Peter.

Hingga batas akhir pendaftaran beasiswa, NUFFIC diakui Peter menerima 428 pendaftar dari Indonesia. Dari ratusan aplikasi yang masuk, sebanyak 34 orang kemudian dinyatakan memenuhi kualifikasi dan berhak mengikuti program studi Master dan training di Belanda.

Lalu 21 penerima beasiswa akan melakukan studi lanjutan S2 sementara 13 penerima beasiswa akan mengikuti program pelatihan (training).

Secara spesifik, para penerima beasiswa datang dari berbagai macam latar belakang seperti pemerintahan, universitas, lembaga penelitian, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga private sector. Sesuai dengan prioritas tema OKP, para penerima beasiswa akan belajar mengenai topik penegakan hukum dan HAM (6 orang), ketahanan pangan (18 orang) dan air (10 orang). Tiga universitas di Belanda yang paling banyak menjadi tujuan para penerima beasiswa adalah Wageningen University (10 orang), IHE Delft (4 orang) dan International Institute of Social Studies (ISS).

Nuffic Neso Indonesia adalah kantor perwakilan Nuffic, organisasi non profit di Belanda yang ditunjuk resmi menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan dan didanai oleh pemerintah Belanda. Nuffic Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 2.100 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris.

Nuffic Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda serta menawarkan, mewakili pemerintah Belanda,beasiswa untuk warga negara Indonesia setiap tahunnya www.nesoindonesia.or.id

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!