24.8 C
Jakarta

Kemenparekraf Akselerasi Vaksinasi dan Aplikasi Peduli Lindungi Ditengah Persiapan Pembukaan Destinasi Wisata

Baca Juga:

JAKARTAMENARA62.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi, Sandiaga Salahuddin Uno meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat ditengah persiapan pembukaan kembali destinasi pariwisata.

Sandiaga mengatakan meski kini PPKM di sejumlah wilayah aglomerasi di Jawa-Bali sudah turun level 3, protokol kesehatan harus tetap menjadi yang utama dalam beraktivitas.

“Transisi protokol kesehatan tentunya harus tetap dilakukan dengan ketat. Masyarakat sangat trauma dengan PPKM level 4, maka dari itu kita harus menjaga agar hal tersebut tidak terulang dengan disiplin protokol kesehatan,” ucap Sandiaga dalam konferensi pers, secara virtual, Senin (30/8/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun Kemenparekraf, diprediksi akhir September 2021 angka COVID-19 akan melandai. Sandiaga mengatakan Kemenparekraf menyiapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif dan juga dengan upaya mengakselerasi vaksinasi.

“Pada intinya, semua peluang yang ada harus kita maksimalkan dan apapun tantangannya harus kita lewati dan diantisipasi dampak negatifnya,” lanjut Sandiaga.

Untuk itu Kemenparekraf terus menggenjot sentra vaksinasi di berbagai daerah. Dengan target dapat melakukan vaksinasi hingga 95 persen, sampai dengan Minggu (29/8) lalu, sekitar 281.269 masyarakat telah tervaksinasi di 37 sentra vaksinasi kolaborasi Kemenparekraf dengan berbagai pihak.

“Harapannya, kita dapat mengejar target 450.000 masyarakat pada September 2021, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif divaksinasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan kebijakan penggunaan kartu vaksin untuk memasuki tempat wisata pun terus digodok.  Aplikasi Peduli Lindungi juga akan menjadi basis untuk memindai pengunjung hingga pekerja di destinasi pariwisata.

“Kami berharap aplikasi ini dapat di masifkan, sehingga di tiap kegiatan, aplikasi ini menjadi standar.  Disamping berkoordinasi dengan Pemda, Pemkab, Pemprov, kami juga berkoordinasi dengan PHRI,” tutup Sandi.

Diketahui sejumlah destinasi wisata sudah dibuka, seperti Kebun Raya Cibodas yang beroperasi sejak Rabu (25/8) lalu sudah mewajibkan wisatawan yang datang untuk menunjukkan surat bukti telah memperoleh vaksin Covid-19, minimal dosis pertama, sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus corona.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!