25.6 C
Jakarta

KKN Tematik UMY Tingkatkan Kesejahteraan Difabel

Must read

Integrasi Jakarta Satu dengan JakEVO, diapresiasi Bhumandala Award 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih dua penghargaan dalam Bhumandala Award tahun 2020, yaitu Bhumandala Kanaka (Medali Emas) dan Bhumandala Kencana (Geoportal...

Visa Ajak Startup Terbaik Asia Pasifik Wujudkan Potensi Globalnya

JAKARTA, MENARA62.COM -- Visa, pemimpin pembayaran digital di dunia, mengumumkan pembukaan Visa Accelerator Program, sebuah program untuk para pelaku startup di seluruh Asia Pasifik yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain. Dalam program ini, Visa...

Koalisi Anak: Jangan Hilang Satu Generasi karena COVID-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sudah dimaklumi bahwa pandemik COVID-19 berdampak luas. Kemiskinan merajalela, ketidaksetaraan meningkat dan pandemik menohok keras layanan umum seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan...

BANTUL, MENARA62.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong peningkatan peran pemerintah dan masyarakat desa dalam peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas. Sebab kondisi penyandang disabilitas yang rata-rata belum sejahtera.

Sebanyak 35 mahasiswa UMY yang berasal dari berbagai fakultas dan berbagai progam studi melaksanakan KKN tematik selama sebulan. Mereka dibimbing tiga dosen yaitu Dr. Arni Surwanti, M.Si., Rerno Widowati, Ph.D., Edy Supriyono, S..E M.M.

Dijelaskan Arni, penyandang disabilitas masih menghadapi persoalan yang berkenaan dengan kesejahteraan. Beberapa penyandang disabilitas tidak memiliki kartu identitas diri, sehingga tidak terdata di desa dan kabupaten. Selain itu, mereka masih menghadapi masalah psikhologis, seperti tidak berani keluar rumah karena malu, tidak percaya diri.

Mereka juga tidak memiliki keberanian karena berasal dari keluarga yang tingkat sosial ekonomi yang kurang baik. Tingkat pendidikan mereka umumnya rendah, produktivitas sumberdaya manusia penyandang disabilitas relatif rendah karena belum banyak mendapatkan kesempatan pelatihan kerja.

“Saat ini, masih belum tersedia fasilitas umum yang aksesibel. Kemampuan untuk mendirikan usaha mandiri juga rendah, karena ketiadaan ketrampilan, kesulitan untuk mendapatkan akses permodalan; kemampuan melakukan pemasaran usaha masih rendah,” kata Arni.

Ketidaktersediaan data yang valid dan tidak memiliki kartu identitas diri menyebabkan penyandang disabilitas tidak bisa mendapatkan layanan-layanan yang ada dalam program pemerintah. Program jaminan kesehatan, program pendidikan, program pelatihan dan program-program pemberdayaan ekonomi tidak bisa diakses penyandang disabilitas. “Hal inilah yang menjadikan kesejahteraan penyandang disabilitas masih dalam kondisi yang memprihatinkan,” tandas Arni.

Program KKN-PPM ini, ujar Arni, diharapkan dapat memberikan model untuk mengatasi berbagai permasalahan disabilitas. Salah satunya, memberikan kegiatan-kegiatan penyadaran (awairness raising) dan peningkatan kapasitas pemerintah desa dan masyarakat desa melalui organisasi kemasyarakatan untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.

Metode atau konsep kegiatan yang digunakan penyelesaian masalah adalah langkah awal dilakukan bekerjasama dengan kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat yang ada di desa. Penguatan kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat, dengan memberikan pelatihan pengenalan isue disabilitas, pengenalan peraturan perundangan yang terkait dengan perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, penyusunan program dan kegiatan kelompok rehabilitasi berbasis masyarakat guna menjamin penyandang disabilitas mendapatkan layanan sesuai dengan kebutuhannya.

Langkah selanjutnya, Pilot Project Peran Kelompok RBM dengan melakukan sejumlah kegiatan. Pendataan dan asesmen kebutuhan penyandang disabilitas di Desa Baturetno, pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas dan keluarganya.

Penguatan dilakukan meliputi pelatihan ketrampilan berdasarkan pilihan. Penguatan kelompok usaha penyandang disabilitas dilakukan melalui pemberian pengetahuan kewirausahaan dan manajemen usaha. Sehingga dengan ketrampilan yang dimiliki, penyandang disabilitas bisa menjalankan usahanya.

Menurut Arni, jika model pemberdayaan di desa ini bisa dilanjutkan, maka apabila terdapat masalah yang terkait penyandang disabilitas dapat segera diatasi dengan peran kelompok rehabilitas berbesis masyarakat. Guna menjadi keberlanjutan program, untuk kegiatan pada waktu yang akan datang dapat menggunakan dana anggaran desa, dana anggaran kecamatan dan dana anggaran kabupaten dengan dukungan kelompok rehabilitas berbasis masyarakat guna menjamin penyandang disabilitas mendapatkan layanan sesuai dengan kebutuhannya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Integrasi Jakarta Satu dengan JakEVO, diapresiasi Bhumandala Award 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih dua penghargaan dalam Bhumandala Award tahun 2020, yaitu Bhumandala Kanaka (Medali Emas) dan Bhumandala Kencana (Geoportal...

Visa Ajak Startup Terbaik Asia Pasifik Wujudkan Potensi Globalnya

JAKARTA, MENARA62.COM -- Visa, pemimpin pembayaran digital di dunia, mengumumkan pembukaan Visa Accelerator Program, sebuah program untuk para pelaku startup di seluruh Asia Pasifik yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain. Dalam program ini, Visa...

Koalisi Anak: Jangan Hilang Satu Generasi karena COVID-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sudah dimaklumi bahwa pandemik COVID-19 berdampak luas. Kemiskinan merajalela, ketidaksetaraan meningkat dan pandemik menohok keras layanan umum seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan...

Buku Bahasa Indonesia Laras Jurnalistik Segera Terbit

JAKARTA, MENARA62.COM - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra menggelar diskusi kelompok Terpumpun Penyusunan...