31.6 C
Jakarta

Kuliah Agribisnis UM Bandung Buka Jalan Jadi Pengusaha

Baca Juga:

BANDUNG, MENARA62.COM — Kuliah Agribisnis ternyata tak melulu soal bertani. Di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, mahasiswa justru didorong memahami pertanian sebagai sektor bisnis yang memiliki peluang luas, mulai dari produksi, pemasaran, kewirausahaan hingga pengembangan industri agro.

 

Hal itu dirasakan langsung Albar Yuwar Dhanuwinata, Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) UM Bandung. Menurutnya, pembelajaran di Program Studi Agribisnis tidak berhenti pada teori di ruang kelas, tetapi diarahkan agar mahasiswa mampu mempraktikkan ilmu melalui berbagai kegiatan bisnis dan lapangan.

 

“Enggak cuma belajar teori di kelas, tetapi langsung praktik bikin usaha. Dari semester ke semester, mahasiswa dibimbing membuat rencana bisnis sampai benar-benar menjalankan usaha kecil-kecilan secara berkelompok,” ujar Albar di UM Bandung, Senin (7/9/2026).

 

Salah satu pengalaman tersebut diperoleh mahasiswa melalui mata kuliah pengembangan bisnis. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa dibimbing menyusun konsep usaha sekaligus menjalankannya secara berkelompok.

 

Prosesnya mencakup berbagai tahapan, mulai dari menentukan produk, proses produksi, strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha. Dengan pola pembelajaran tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori bisnis, tetapi juga merasakan langsung dinamika menjalankan usaha.

 

Menurut Albar, pengalaman praktik membuat proses perkuliahan menjadi lebih nyata. Mahasiswa dapat merasakan bagaimana menghadapi tantangan bisnis, mengambil keputusan, bekerja dalam tim, hingga menghadapi kemungkinan kegagalan.

 

Turun ke Lapangan, Tak Hanya Duduk di Kelas

 

Pengalaman praktis mahasiswa Agribisnis UM Bandung juga diperkuat melalui kegiatan lapangan. Mahasiswa berkesempatan mengunjungi kebun, UMKM mitra, melakukan observasi, hingga menghasilkan produk sendiri untuk dipasarkan.

 

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung persoalan yang terjadi di lapangan. Mereka dituntut mampu membaca kondisi, memahami kebutuhan pasar, berkomunikasi dengan berbagai pihak, dan mencari solusi atas persoalan yang ditemukan.

 

Pembelajaran semacam ini membuat mahasiswa tidak hanya memahami sektor pertanian dari sisi produksi, tetapi juga melihat bagaimana sebuah komoditas dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

 

Himagri Jadi Ruang Latihan Kepemimpinan

 

Pengembangan kompetensi mahasiswa juga berlangsung melalui organisasi kemahasiswaan. Himagri menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan sekaligus membangun jejaring.

 

“Di Himagri, mahasiswa belajar leadership, project management, dan jejaring yang enggak selalu didapat di ruang kelas,” kata Albar.

 

Menurutnya, pengalaman mengelola kegiatan organisasi memberikan kemampuan tambahan yang penting ketika mahasiswa nantinya masuk ke dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

 

Hal tersebut sejalan dengan cakupan ilmu Agribisnis yang luas. Mahasiswa tidak hanya mempelajari sektor pertanian dari hulu hingga hilir, tetapi juga memperoleh bekal kewirausahaan, manajemen, pemasaran, keuangan, analisis bisnis, serta kepemimpinan.

 

Sebagai bagian dari lingkungan pendidikan Muhammadiyah, mahasiswa UM Bandung juga mendapatkan perspektif mengenai penerapan prinsip syariah dalam aktivitas bisnis. Bekal tersebut dapat dipadukan dengan jejaring Muhammadiyah untuk membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan etika.

 

Lulusan Agribisnis Tak Harus Jadi Petani

 

Dengan kompetensi yang diperoleh, peluang karier lulusan Agribisnis dinilai cukup luas. Lulusan tidak harus berakhir sebagai petani, tetapi dapat masuk ke berbagai sektor yang berkaitan dengan pertanian dan bisnis.

 

Pilihan tersebut antara lain menjadi pengusaha di bidang perkebunan, kehutanan, pangan, hortikultura, dan industri agro. Selain itu, lulusan dapat berkarier sebagai konsultan, peneliti, akademisi, fasilitator pemberdayaan masyarakat, hingga birokrat.

 

Di sektor swasta, peluang juga tersedia sebagai manajer operasional pertanian, analis bisnis, spesialis pemasaran, konsultan agribisnis, maupun wirausahawan.

 

“Peluang kerja atau jejaring di Prodi Agribisnis luas banget. Jadi, tidak perlu khawatir soal masa depan di Prodi Agribisnis UM Bandung,” ungkap Albar.

 

Ilmu yang diperoleh selama kuliah pun mulai diterapkan Albar dalam aktivitas di luar kampus. Ia tengah merintis usaha di bidang kopi, melakukan observasi terhadap petani dan pemangku kepentingan pertanian, serta aktif dalam komunitas Gerengseng to Smart People.

 

Bagi Albar, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kuliah Agribisnis bukan sekadar mempelajari pertanian. Lebih jauh, mahasiswa dipersiapkan untuk melihat sektor pertanian sebagai ruang bisnis, inovasi, pengembangan jejaring, dan penciptaan peluang.

 

Dengan pendekatan tersebut, kuliah Agribisnis UM Bandung membuka jalan bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga berpeluang menjadi pelaku usaha dan pencipta lapangan kerja di sektor agribisnis. (FK/FA)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!