MAGELANG, MENARA62.COM – Program Studi (Prodi) S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) terus memperkuat kualitas lulusannya melalui penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sebanyak 39 mahasiswa semester enam mengikuti sertifikasi skema Pengelolaan Gudang dan In Process Control (IPC) yang digelar pada 4–5 Juli 2026 di Laboratorium Farmasi UNIMMA.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNIMMA dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).
Kepala Program Studi S1 Farmasi UNIMMA, Dr. apt. Fitriana Yuliastuti, S.Farm., M.Sc., mengatakan sertifikasi tersebut merupakan implementasi kurikulum yang dirancang selaras dengan tuntutan industri farmasi.
“Sertifikasi kompetensi ini menjadi salah satu bentuk pencirian Prodi S1 Farmasi UNIMMA. Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri farmasi sehingga ketika lulus mereka tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Dalam proses asesmen, mahasiswa diuji berdasarkan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yang menjadi acuan industri farmasi nasional.
Kompetensi yang diujikan meliputi pengelolaan penerimaan bahan baku dan bahan kemas, penyimpanan, monitoring kondisi fisik dan lingkungan gudang, pengelolaan bahan baku, hingga In Process Control (IPC) pada bahan baku, produk ruahan seperti granul, serta produk jadi berupa tablet, sirup, dan sediaan semisolid.
Pelaksanaan sertifikasi bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komunitas Farmasi Indonesia (KFI). Asesmen dilakukan oleh tiga asesor dari kalangan praktisi dan akademisi, yakni apt. Rica Sri Rahmawati, S.Si., M.M. dari PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk., Kolonel CKM Dr. apt. Drs. Timbul Partogi H. Simorangkir, M.Si., CIT, Kepala LAFI Angkatan Darat sekaligus dosen Farmasi Universitas Pertahanan, serta apt. R.A. Rogayah Effendy, S.Si., M.Farm.Klin.
Melalui sertifikasi kompetensi BNSP ini, UNIMMA berharap para mahasiswa memiliki daya saing lebih tinggi saat memasuki dunia kerja. Selain menguasai teori dan praktik kefarmasian, lulusan juga dibekali pengakuan kompetensi yang sesuai dengan standar industri.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi S1 Farmasi UNIMMA dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan sektor farmasi serta menghasilkan lulusan yang profesional, kompeten, dan siap bersaing di tingkat nasional. (*)
