SOLO, MENARA62.COM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar pelatihan praktik pembuatan vermikompos bagi penyandang disabilitas. Program ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan, rasa percaya diri, sekaligus memberikan terapi hortikultura melalui metode pembelajaran langsung (learning by doing).
Kegiatan yang melibatkan Komunitas Disabilitas Karya Manunggal sebagai mitra tersebut dilaksanakan di rumah Yani, Desa Sambi, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Para peserta diajak mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan pupuk organik vermikompos hingga penyemaian benih tanaman.
Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS, Abqory Anis Subekti, mengatakan pelatihan sengaja dirancang agar seluruh peserta, baik penyandang disabilitas mental maupun fisik, dapat berpartisipasi aktif sejak awal hingga akhir kegiatan.
“Kami sengaja mendesain pelatihan ini agar semua peserta bisa terlibat aktif. Ketika mereka berhasil menyusun media vermikompos dan memasukkan benih sendiri, muncul rasa bangga dan percaya diri. Itulah penguatan psikologis yang ingin kami capai melalui program HealSpace,” ujarnya, Senin (20/7/2026).
Menurut Abqory, praktik langsung memberikan pengalaman sensorik sekaligus meningkatkan kemampuan teknis peserta. Didampingi mahasiswa UMS, mereka belajar menyiapkan wadah vermikompos, mengatur kelembapan media, memasukkan limbah organik berupa sisa sayuran, hingga melepaskan cacing tanah sebagai agen pengurai.
Aktivitas yang melibatkan tanah dan cacing tersebut juga memiliki manfaat terapeutik. Selain melatih motorik halus, kegiatan itu diharapkan mampu memberikan efek relaksasi yang mendukung stabilitas psikologis penyandang disabilitas.
Tak berhenti pada pembuatan pupuk organik, tim HealSpace juga mengenalkan teknik penyemaian benih sebagai bagian dari terapi hortikultura. Peserta diajarkan mengisi polybag dengan media tanam, membuat lubang tanam, hingga menempatkan benih sayuran dengan benar.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada siklus pertumbuhan tanaman sehingga diharapkan tumbuh rasa tanggung jawab dan kepedulian dalam merawat tanaman setiap hari.
Yani, orang tua penyandang disabilitas sekaligus tuan rumah pelatihan, mengaku bersyukur rumahnya dipilih sebagai lokasi kegiatan. Ia menilai pelatihan berbasis praktik seperti ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
“Saya sangat senang rumah kami bisa dijadikan tempat pelatihan. Anak-anak terlihat sangat senang memegang tanah dan belajar menanam bersama kakak-kakak mahasiswa. Ini sangat membantu perkembangan mental dan keceriaan mereka,” katanya.
Sementara itu, dosen pembimbing PKM-PM HealSpace UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menilai pelaksanaan pelatihan di lingkungan rumah warga menjadi strategi efektif untuk mendekatkan teknologi tepat guna, seperti sistem Smart-Wicking dan vermikompos, kepada masyarakat.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong keberlanjutan program sehingga masyarakat dapat menerapkannya secara mandiri meski masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
Melalui pelatihan ini, Tim HealSpace UMS tidak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan limbah organik menjadi pupuk ramah lingkungan, tetapi juga membangun ruang belajar yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Program tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa mampu menghadirkan manfaat sosial sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. (*)
