26.3 C
Jakarta

Masta IMM FAI UMS Nyalakan Cahaya Peradaban

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ menggelar Masa Ta’aruf (Masta) IMM 2026, Sabtu (5/9/2026).

 

Mengusung tema “Menyalakan Cahaya Peradaban: Membangun Kader Berintegritas, Berilmu dan Berdampak”, kegiatan tersebut menjadi momentum pengenalan awal mahasiswa baru terhadap Muhammadiyah sekaligus IMM sebagai salah satu Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah.

 

Ketua Panitia Masta IMM 2026, Rizky Pangestu, mengatakan Masta menjadi gerbang awal mahasiswa baru untuk mengenal persyarikatan Muhammadiyah. Hal itu dinilai penting karena mahasiswa baru mulai memasuki lingkungan kampus Muhammadiyah.

 

“Masta IMM adalah gerbang awal untuk mahasiswa baru dapat mengenal Muhammadiyah. Mengapa mereka perlu dikenalkan Muhammadiyah? Karena tepat pada tanggal 5 September ini mahasiswa baru masuk ke dalam kampusnya Muhammadiyah, jadi perlu dibekali sedikit tentang persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Rizky, Senin (7/9/2026).

 

Menurut Rizky, Masta juga menjadi ruang untuk memperkenalkan nilai, gerakan, serta dinamika IMM kepada mahasiswa baru. Lebih dari itu, IMM diharapkan menjadi ruang bertumbuh bagi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun organisasi.

 

Ia menjelaskan, tema Masta tahun ini dipilih untuk mengingatkan mahasiswa bahwa kemampuan akademik semata tidak cukup. Ilmu yang diperoleh selama kuliah perlu diwujudkan dalam tindakan nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

“Tema kali ini diangkat guna mengingatkan kita menjadi mahasiswa bukan hanya harus pintar dan aktif di ruang kelas, tapi juga bagaimana ilmu yang kita punya bermanfaat untuk sesama, untuk lingkup yang lebih luas, karena pada akhirnya ilmu yang kita miliki akan lebih berarti ketika kita mampu merealisasikan dalam tindakan nyata,” katanya.

 

Tekankan Keseimbangan Ilmu dan Kemanusiaan

 

Ketua Umum IMM FAI UMS Handito Putro menekankan pentingnya membangun keseimbangan antara keilmuan dan jiwa kemanusiaan dalam diri mahasiswa.

 

“Seseorang jika tidak memiliki jiwa humanis maka ia akan menjadi apatis, kemanusiaan tanpa mempunyai kepintaran ia tidak memiliki landasan ilmu yang kuat,” ungkapnya.

 

Pesan tersebut menjadi salah satu fondasi dalam Masta IMM 2026. Mahasiswa diharapkan tidak hanya berkembang sebagai individu yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu memberikan dampak positif di lingkungan sekitarnya.

 

Pelaksanaan Masta turut dihadiri Wakil Rektor III UMS Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., Dekan FAI UMS Dr. Mohammad Ali, S.Ag., M.Pd., Wakil Dekan Bidang I FAI UMS Alfiyatul Azizah, L.c., M.Ud., Wakil Dekan Bidang II FAI UMS Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd., Wakil Dekan Bidang III FAI UMS Fauzul Hanif Noor Athief, Lc., M.Sc., serta Ketua Umum PC IMM Sukoharjo Azhar Ardiansyah Al Aziz.

 

Masta Dikemas Interaktif

 

Tidak hanya menghadirkan materi, Masta IMM Muhammad Abduh FAI UMS 2026 dikemas dengan beragam aktivitas interaktif. Peserta mengikuti IMM Ceria, inagurasi, Focus Group Discussion (FGD), hingga berbagai kegiatan kebersamaan.

 

Dalam sesi inagurasi, mahasiswa baru diberi kesempatan menyampaikan orasi di hadapan peserta dan panitia. Berbagai kegiatan tersebut membuat suasana Masta lebih dinamis dan tidak kaku.

 

Antusiasme juga terlihat dari peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

 

Salah seorang peserta, M Fahri Hafidz, menilai Masta IMM memberikan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar kegiatan pengenalan organisasi.

 

“Mengikuti kegiatan Masta hari memberikan saya banyak insight bukan hanya perihal datang, mencatat, lalu selesai. Lebih dari pada itu kegiatan Masta IMM ini memberi ruang selebar-lebarnya terhadap kreativitas mahasiswa,” ujarnya.

 

Menurut Fahri, mahasiswa baru didorong untuk menemukan potensi dalam dirinya melalui materi yang disampaikan secara terstruktur dan mudah dipahami. Pendekatan melalui Pemandu Materi Kelas (PMK) yang aktif dan interaktif juga dinilainya membuat proses pengenalan IMM lebih menarik.

 

Ia menilai Masta telah dirancang bukan hanya sebagai ajang saling mengenal, tetapi juga sebagai ruang bagi mahasiswa baru untuk mulai menentukan arah selama menjalani perkuliahan.

 

“Dan aku melihat, kegiatan ini bukan hanya kegiatan seru-seruan saling mengenal satu sama lain, tapi lebih dari itu kegiatan ini mengakses ruang lebar untuk mahasiswa memiliki arah dan roadmap apa saja yang akan digapai selama di bangku perkuliahan dan mengenalkan ruang bertumbuh tidak hanya di kelas (organisasi IMM),” pungkasnya.

 

Melalui Masta IMM 2026, IMM Muhammad Abduh FAI UMS berupaya menanamkan pemahaman bahwa kehidupan mahasiswa tidak berhenti pada ruang kelas. Keilmuan, integritas, kreativitas, kepedulian kemanusiaan, dan keberanian untuk mengambil peran menjadi bekal untuk melahirkan kader yang mampu menyalakan cahaya peradaban. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!