31.6 C
Jakarta

Mati Karena Rokok Elektrik, Sungguh tak Indah!

Baca Juga:

WASHINGTON, MENARA62.COM — “Orang-orang mati karena vaping,” kata Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tentang bahaya rokok elektrik (e-rokok). “Banyak orang berpikir vaping itu indah, itu hebat. Benar-benar tidak indah!” tukasnya dengan ketus.

Trump menyatakan malapetaka e-rokok atau vape menyusul serangkaian kematian enam orang pecandu vape di AS hanya dalam hitungan hari. Sebagaian besar korban berusia remaja, tetapi yang keenam merenggut nyawa seorang wanita berusia 50 tahun, pada 11 September 2019.

Sementara ratusan orang vape-mania lainnya, pada saat bersamaan harus menjalani perawatan medis. Baik yang mati maupun yang terkapar sakit, mengalami sakit paru-paru yang diduga akibat kecanduan vape.

Salah satunya adalah Simah Herman, wanita muda yang kini terbaring di sebuah rumah sakit di AS. Ia mengaku menderita gangguan paru-paru, yang diyakininya akibat menjadi pecandu vape.

Ia tak ingin orang lain ikut menderita seperti dirinya, apalagi sampai mati karena vape. Pada akun Instagramnya,@simahherman, dia juga berikrar untuk memulai kampanye hidup tanpa vape. “I want to start a no vaping campaign,” tulisnya pada selembar kertas, sementara mulutnya tersumpal alat medis.

Untuk itu, Trump mengeluarkan maklumat larangan konsumsi vape, tapi sebatas pada yang mengandung rasa buah, mint, atau mentol. Sedangkan yang beraroma tembakau masih bebas dihisap.

Persoalan lain adalah, narkoba jenis ganja atau mariyuana telah mendompleng popularitas vape yang booming di AS, juga negara lain, termasuk Indonesia. Mereka memasarkan barang berbahaya itu berkedok cairan vape.

Sebuah video yang viral di Indonesia, juga menunjukkan seorang remaja diduga telah menjadikan alat e-rokok sebagai kamuflase untuk menghirup asap yang dididuga berasal dari cairan narkoba. Pelakunya mirip seorang pelajar.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!