26.1 C
Jakarta

Menparekraf Dukung Pengembangan Potensi Desa Wisata Cibuntu Melalui ADWI 2021

Baca Juga:

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

JAKARTA, MENARA62.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendukung pengembangan potensi desa wisata Cibuntu, Kuningan, Jabar melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di masa pandemi COVID-19.

Menparekraf saat melakukan kunjungan ke Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (31/5/2021) menjelaskan keberadaan wisata dapat menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19. Lantaran desa wisata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.

“Untuk itu, kami harapkan masyarakat bisa mendukung dan berpartisipasi pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, selebritas dan content creator Cinta Laura, Direktur Tata Kelola dan Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf Indra Ni Tua, Bupati Kuningan Acep Purnama, Kadisporapar Kabupaten Kuningan Toto Tohharuddin, dan Kepala Desa Wisata Cibuntu Awam.

Desa wisata Cibuntu yang berjarak 17 kilometer dari Kota Kuningan, Jawa Barat ini terletak di kaki gunung Ciremai yang menyajikan pesona alam hamparan hijau persawahan dan hutan bambu serta daya tarik alam lainnya.

Potensi desa wisata yang diresmikan pada 2012 itu dikenal dengan keindahan alamnya, mulai dari Air Terjun Gongseng hingga camping ground yang dilengkapi dengan fasilitas toilet bersih yang ramah bagi wisatawan.

Potensi desa wisata Cibuntu yang diresmikan pada 2012 itu dikenal dengan keindahan alamnya, tampak foto Air Terjun Gongseng 

Bagi yang menyukai sejarah, Desa Wisata Cibuntu juga terkenal dengan situs Saurip Kidul, Bujal Dayeuh, dan Hulu Dayeuh yang di dalamnya terdapat peninggalan berupa arca pada masa Kerajaan Hindu-Budha.

Yang uniknya lagi, tampak dari kejauhan deretan rumah yang beratap genteng mirip sekali dengan permukiman warga, namun ternyata di sana adalah kandang domba, ternak warga yang dulunya berada di dekat rumah mereka, dipindahkan lantaran terdapat aturan dari pemerintah, masyarakat pun sepakat untuk memindahkan ternaknya ke sana. Alhasil saat ini menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Desa Wisata Cibuntu dengan nama Kampung Domba.

Tidak hanya itu, pada 2016, Desa Wisata Cibuntu meraih penghargaan sebagai salah satu dari 5 Desa Terbaik dalam bidang homestay di tingkat ASEAN, sehingga sampai saat ini masyarakat desa berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan penyediaan akomodasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment).

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bersama Artis Cinta Laura saat melihat fasilitas Home stay milik warga di Desa Cibuntu Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Senin (31/5)

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Acep Purnama mengatakan Desa Wisata yang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai Desa Wisata yang menerapkan konsep Community Based Tourism (CBT) ke-2 di Indonesia itu merupakan salah satu dari 25 desa wisata yang ditargetkan Pemda Kuningan untuk dikembangkan.

“Kami memiliki target mengembangkan 25 desa wisata. Tapi saat ini sudah melebihi target menjadi 47 desa wisata. Sesuai dengan visi Jawa Barat juara dan bermuara kepada Indonesia maju,” katanya.

Selain itu Acep juga menceritakan, kondisi desa dahulunya adalah tempat eksplorasi atau galian. Lantaran masyarakat sadar dan didukung oleh berbagai pihak maka Desa Wisata Cibuntu bisa menjadi seperti saat ini.

“Walaupun dulu tempat ini menjadi tempat eksplorasi atau galian, tetapi Allah masih memberi keberkahan. Alhamdulillah ditunjang dengan fasilitas yang memadai, ditambah tahun ini akan ada pembangunan fasilitas lainnya, seperti aula, joglo, mushola, dan fasilitas sarana dan prasarana lainnya,”ujarnya.

Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021 mengangkat tema ‘Indonesia Bangkit’ yang diharapkan dapat mendorong semua pelaku wisata dan industri kreatif mampu meningkatkan perekonomian dan kapasitas masyarakat lokal.

ADWI 2021 merupakan sebuah ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata di seluruh Indonesia yang memiliki prestasi dengan 7 kategori penilaian yaitu: Kategori Homestay, Toilet, Suvenir, Desa Digital, CHSE, Konten Kreatif, dan Daya Tarik Wisata.

Pendaftaran ADWI telah dibuka dan akan berlangsung hingga 26 Juni 2021 melalui website www.jadesta.com/adwi2021.

 

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...