25.6 C
Jakarta

Minimalkan Dampak Bencana, BPPT Kembangkan Sistem EWS

Must read

Hari Sungai Dunia 2020: Dari Indonesia untuk Dunia

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memaknai Hari Sungai Dunia yang jatuh setiap minggu ke empat di bulan September, atau pada hari Ahad, 27 September 2020 di...

Kasus Covid-19 Meningkat Pesat, Kemenkes Terjunkan Tim Khusus ke Tangerang Selatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kota Tangerang Selatan menjadi 1 (satu) dari 7 (tujuh) daerah di wilayah Jabodetabek dengan kenaikan kasus yang cukup signifikan. Per tanggal...

Aksi Massa Tuntut Menteri Erick Thohir Mundur, HIPMI: Pemerintah Sedang Kerja Keras Lawan Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Banyaknya terobosan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin oleh Menteri Erick Thohir, akan tetapi akhir-akhir ini banyak juga...

Pesan Semangat Rektor UMP Saat Wisuda

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Rektor Universtias Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Banyumas, Jawa Tengah Dr. Anjar Nugroho memberikan sambutan dalam acara wisuda Ke-65 Magister, Sarjana, dan Ahli...

JAKARTA, MENARA62.COM – Untuk mendukung kesiapsiagaan bencana, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembangkan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir dan longsor.

“Kita sudah pernah membuat alat deteksi banjir tapi dalam hal ini permintaan seperti dari badan pengelola sungai,” kata Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Yudi Anantasena seperti dikutip dari Antara, Selasa (15/1/2020).

Sistem peringatan dini banjir tersebut lanjut Yudi berbasis curah hujan dan level ketinggian muka air. Teknologi peringatan dini banjir ini ditempatkan di lokasi rentan banjir dengan teknologi Telemetri AWLR menggunakan SMS Gateway atau komunikasi data SMS.

Bagian penting FEWS terdiri dari panel surya, penakar hujan, sensor tinggi muka air sungai (sonar), panel instrumen data loger, GSM model, aki dan penyimpan data. Sensor menangkap perubahan tinggi muka air, lalu data digital mengenai informasi tinggi muka air itu dikirimkan dalam jaringan melalui SMS Gateway kepada stasiun penerima.

FEWS ini dapat memberikan informasi seketika (realtime) secara online berbasis SMS Gateway. Alat ini dapat dikendalikan dari jarak jauh. Alat ini dapat melakukan pemantauan data curah hujan dan ketinggian air sungai secara berlanjut. Alat ini menggunakan catu daya mandiri dengan solar cell.

Sementara untuk deteksi longsor, BPPT telah mengembangkan Landslide Early Warning System (LEWS) yang melakukan pemantauan gerakan tanah dengan dukungan sensor dan telemetridata berbasis radio dan SMS.

Teknologi sistem peringatan dini longsor dipasang di lokasi rentan gerakan tanah (tanah longsor) dan padat penduduk. Saat ini, lokasi pemasangan LEWS berada di Kampung Jati Radio, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Selain itu LEWS ini juga pernah ditempatkan di Kabupaten Garut, Tasikmalaya dan Majalengka.

Dua sensor dipasang di tebing di Kabupaten Bandung Barat karena daerah itu termasuk wilayah yang rentan longsor dan banyak rumah warga di bawahnya. Sensor itu dapat mendeteksi gerakan tanah dari dalam yakni memantau bidang gelincir karena terpasang hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai bidang gelincir yaitu daerah antara lapisan tanah dengan batuan di bawahnya.

“Kita melakukan pemboran ke bawahnya, kita lihat pergerakan di bidang gelincirnya,” tuturnya.

Setelah sensor mendeteksi sab menangkap pergerakan tanah di bidang gelincir, maka data informasi gerakan tanah itu ditransmisikan ke motherboard di stasiun penerima. Jika ada gerakan tanah yang berpotensi longsor maka stasiun penerima akan langsung memberikan peringatan kepada masyarakat dengan bunyi alarm melalui sirene dan bahkan memberikan peringatan dalam bahasa Sunda.

Dibanding alat lain yang melihat gerakan di permukaan tanah, alat LEWS buatan BPPT memiliki keunggulan yakni dapat membaca gerakan tanah di kedalaman beberapa meter karena terpasang sampai ke bidang gelincid sehingga dapat memberikan informasi yang lebih akurat tentang potensi longsor.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Hari Sungai Dunia 2020: Dari Indonesia untuk Dunia

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memaknai Hari Sungai Dunia yang jatuh setiap minggu ke empat di bulan September, atau pada hari Ahad, 27 September 2020 di...

Kasus Covid-19 Meningkat Pesat, Kemenkes Terjunkan Tim Khusus ke Tangerang Selatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kota Tangerang Selatan menjadi 1 (satu) dari 7 (tujuh) daerah di wilayah Jabodetabek dengan kenaikan kasus yang cukup signifikan. Per tanggal...

Aksi Massa Tuntut Menteri Erick Thohir Mundur, HIPMI: Pemerintah Sedang Kerja Keras Lawan Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Banyaknya terobosan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin oleh Menteri Erick Thohir, akan tetapi akhir-akhir ini banyak juga...

Pesan Semangat Rektor UMP Saat Wisuda

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Rektor Universtias Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Banyumas, Jawa Tengah Dr. Anjar Nugroho memberikan sambutan dalam acara wisuda Ke-65 Magister, Sarjana, dan Ahli...

UMP Wisuda Daring Lewat TV Digital Komunitas

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah membuat terobosan baru dalam pelaksanaan wisuda secara daring pada Sabtu (26/09/2020). Terobosan yang menjadi...