25.6 C
Jakarta

Pemerintah Berharap Perlu Gudang Baru untuk Menampung Hasil Panen Petani Batola

Must read

Hati-Hati, Sesak Nafas Tidak Selalu Covid-19, Bisa Juga Gejala Serangan Jantung

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat sebagian besar masyarakat takut ke rumah sakit. Padahal untuk kasus-kasus penyakit jantung, risikonya amat besar jika menunda...

LAZISMU Gelar Survey Indeks Literasi Zakat Secara Online, Yuk Ikutan!

JAKARTA, MENARA62.COM – Lembaga zakat Muhammadiyah LAZISMU Pusat akan mengadakan survey online kepada warga Muhammadiyah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan wawasan mengenai ilmu dan...

Masa Ta’aruf UNISA Sambut 1.535 Mahasiswa Baru

  YOGYAKARTA,MENARA62.COM-"Kepada calon pemimpin yang hebat melalui UNISA ini kami punya harapan yang sangat besar kepada mahasiswa baru untuk menjadi anak negeri yang punya kekuatan...

Tampilan Baru Vespa Primavera Sean Wotherspoon, Hadir di Indonesia.

JAKARTA  MENARA62.COM – Vespa Primavera Sean Wotherspoon resmi diluncurkan pertama untuk pasar otomotif Indonesia, Jumat (18/9/2020). Menurut Marco Nota Ia Diega, Presiden Direktur PT Piaggio...

BANJARMASIN, MENARA62.COM — Kementerian Koperasi dan UKM berharap, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pada Kementerian Perdagangan dapat segera menambah gudang baru bagi UKM petani penghasil komoditas padi dan jeruk, di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalsel. Hal itu sekaligus untuk menjawab keluhan para petani setempat.

Pernyataan itu dikemukakan Asisten Deputi Pengembangan Investasi Usaha, pada Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha, Kemenkop dan UKM, Sri Istiati dalam acara temu bisnis peningkatan kerjasama investasi usaha KUMKM dan sosialisasi pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) bagi KUMKM di Banjarmasin, Kalsel, Rabu (7/3/2018).

“Dikeluhkan oleh para petani anggota koperasi bahwa jika masa panen raya gudang tidak dapat mampu lagi menampung hasil panen sehingga diharapkan Bappebti dapat segera menambah bangunan gudang baru lagi sesuai harapan para petani, dan sudah direspon untuk segera dibangun lagi,” kata Sri.

Melalui kegiatan ini, Kemenkop dan UMM mendorong peningkatan kerja sama investasi usaha dan peningkatan pemanfaatan program SRG khususnya bagi KUMKM yang berada di Batola. Kabupaten ini merupakan penghasil beras dan buah jeruk terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan, karena hampir seluruh masyarakatnya adalah petani.

Acara temu bisnis peningkatan kerja sama investasi usaha KUMKM dan sosialisasi pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) bagi KUMKM menggandeng PT Tanihub Indonesia dan Bank Kalsel untuk meningkatkan kerjasama investasi usaha bagi koperasi dan UKM petani jeruk.

PT Tanihub Indonesia yang kehadirannya untuk membantu petani di seluruh Indonesia, dengan divisi Tanifund-nya akan bekerjasama dengan kelompok-kelompok petani melalui pendanaan sampai dengan Rp2 miliar. Sarana produksi petani, dan pendampingan usaha pertanian dari hulu-hilir akan disediakan, serta membantu memasarkan hasil panen petani melalui jejaring PT Tanihub Indonesia.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Daerah Batola, Muhammad Anthony, mengatakan melalui kerja sama ini petani akan lebih fokus pada proses produksi, sehingga produk hasil pertanian akan lebih menjamin kuantitas dan kualitasnya. Bank Kalsel akan mensupport dari sisi keuangan melalui skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah sebesar 7 persen efektif atau bunga menurun dan jika di rata-rata mencapai 35 persen.

“Kerja sama kolektivitas dengan PT Tanihub Indonesia bagi kalangan petani sejalan dengan program KUR yang mulai tahun 2018 ini lebih diprioritaskan kepada bidang pertanian,” ujar Anthony.

Diakuinya selama ini sektor pertanian paling rendah dalam memperoleh kredit karena salah satunya, bank menilai risiko sektor pertanian masih terlalu tinggi. Harga pangan yang cenderung fluktuatif dan ketidakpastian panen akibat cuaca membuat sebagian petani kerap kesulitan membayar pinjaman tepat waktu.

“Namun, harapan sinergitas bentuk Kalimantan Selatan dengan PT Tanihub menjadi harapan bagi petani karena ada jaminan proses melalui hulu-hilir oleh PT Tanihub,” jelasnya.

Sedangkan dalam optimalisasi Implementasi pengelola SRG di Batola yang dikelola oleh Koperasi. Koperasi Tuntung Pandang mulai tahun 2010, hingga saat ini telah menerbitkan 125 resi yang diagunkan ke perbankan senilai total Rp4,4 miliar melalui Bank Kalsel yang Komitmen mendukung usaha KUMKM di Batola.

“Dan pada tahun 2013 Koperasi Tuntung Pandang ini memperoleh SRG Award dari Menteri Perdagangan dan menjadi percontohan bagi koperasi calon-calon pengela SRG,” tuturnya. (Agus Y)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Hati-Hati, Sesak Nafas Tidak Selalu Covid-19, Bisa Juga Gejala Serangan Jantung

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat sebagian besar masyarakat takut ke rumah sakit. Padahal untuk kasus-kasus penyakit jantung, risikonya amat besar jika menunda...

LAZISMU Gelar Survey Indeks Literasi Zakat Secara Online, Yuk Ikutan!

JAKARTA, MENARA62.COM – Lembaga zakat Muhammadiyah LAZISMU Pusat akan mengadakan survey online kepada warga Muhammadiyah untuk mengetahui tingkat pemahaman dan wawasan mengenai ilmu dan...

Masa Ta’aruf UNISA Sambut 1.535 Mahasiswa Baru

  YOGYAKARTA,MENARA62.COM-"Kepada calon pemimpin yang hebat melalui UNISA ini kami punya harapan yang sangat besar kepada mahasiswa baru untuk menjadi anak negeri yang punya kekuatan...

Tampilan Baru Vespa Primavera Sean Wotherspoon, Hadir di Indonesia.

JAKARTA  MENARA62.COM – Vespa Primavera Sean Wotherspoon resmi diluncurkan pertama untuk pasar otomotif Indonesia, Jumat (18/9/2020). Menurut Marco Nota Ia Diega, Presiden Direktur PT Piaggio...

Sekelumit Kisah dari 75 Tahun Kereta Api Indonesia.

JAKARTA, MENARA62.COM – Hari Kereta Api Indonesia (KAI) diperingati setiap tanggal 28 September. Di usianya 75 tahun kini terus meningkatkan pelayanannya. Transportasi umum yang...