31.6 C
Jakarta

Pojok Harmoni UMS Edukasi Psikologi dan Kesehatan Warga

Baca Juga:

BOYOLALI, MENARA62.COM– Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Ghozali Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menghadirkan Pojok Harmoni untuk memberdayakan masyarakat Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.

 

Program yang memadukan edukasi psikologi, layanan kesehatan, dan aktivitas kebersamaan itu digelar di Taman Punokawan, Gumukrejo, Desa Catur, Sabtu (22/8/2026).

 

Sebanyak 37 ibu-ibu PKK dan enam anak mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Kegiatan turut dihadiri empat anggota tim monitoring dan evaluasi.

 

Rangkaian acara diawali dengan senam bersama. Setelah itu, peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum dari bidan serta pemeriksaan gigi yang dilakukan bersama tim Gigigo.

 

Anggota Tim PPK Ormawa IMM Al-Ghozali, Musakinah Oktafira Aura Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut dikemas secara khusus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

 

“Pojok Harmoni: Merayakan Kemerdekaan, Menguatkan Perempuan, dan Memberdayakan Masyarakat melalui Kesehatan dan Edukasi Psikologi,” menjadi tema yang diusung dalam kegiatan tersebut.

 

Musakinah menjelaskan, Pojok Harmoni merupakan program rutin yang digelar setiap pekan sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan penerapan ilmu psikologi.

 

Program tersebut secara khusus menyasar masyarakat, terutama perempuan dan ibu-ibu, sebagai ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun dukungan sosial, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan mental.

 

“Pojok Harmoni merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap minggu sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan penerapan ilmu psikologi,” kata Musakinah, Sabtu (5/9/2026).

 

Edukasi Psychological First Aid

 

Pada edisi khusus kemerdekaan, Pojok Harmoni memadukan edukasi psikologi dengan layanan kesehatan, hiburan, dan aktivitas kebersamaan.

 

Salah satu materi utama yang diberikan adalah Psychological First Aid (PFA) atau pertolongan pertama psikologis. Materi tersebut disampaikan Arimby Dwinda Putri.

 

Peserta diperkenalkan pada pentingnya memberikan dukungan psikologis awal kepada orang yang sedang menghadapi situasi sulit.

 

Arimby menekankan, dukungan psikologis tidak selalu harus diberikan dalam bentuk solusi. Dalam kondisi tertentu, seseorang justru membutuhkan ruang aman untuk bercerita dan didengarkan.

 

“Ibu boleh lelah, ibu boleh bercerita, ibu boleh meminta bantuan, ibu juga berhak memiliki ruang untuk dirinya sendiri. Kadang kita tidak membutuhkan seseorang yang langsung memberi solusi. Kita hanya membutuhkan seseorang yang bersedia berkata: aku dengarkan,” ujar Arimby.

 

Selain edukasi psikologi dan pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga diisi berbagai permainan khas perayaan kemerdekaan. Peserta mengikuti lomba estafet karet dan joget balon.

 

Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat interaksi dan kebersamaan antarwarga.

 

Warga Antusias Ikuti Pojok Harmoni

 

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang perwakilan ibu-ibu PKK, Indra, mengaku senang dapat mengikuti Pojok Harmoni edisi kemerdekaan.

 

“Saya sangat senang mengikuti kegiatan hari ini. Acaranya menyenangkan karena ada senam, permainan, pemeriksaan kesehatan, dan pemeriksaan gigi gratis,” kata Indra.

 

Menurut dia, materi psikologi yang diberikan juga memberikan manfaat bagi peserta, terutama warga yang telah lanjut usia.

 

“Materi yang disampaikan juga sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang sudah lanjut usia,” ujarnya.

 

Musakinah berharap Pojok Harmoni dapat terus menjadi ruang pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun dukungan sosial di tengah warga.

 

Melalui perpaduan edukasi psikologi, layanan kesehatan, dan kegiatan bersama, program tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun sosial.

 

Kegiatan Pojok Harmoni edisi kemerdekaan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kebutuhan warga: belajar bersama, menjaga kesehatan, saling mendengarkan, dan membangun kebersamaan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!