SOLO, MENARA62.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://ums.ac.id/ mendorong kelompok Ibupreneur Musuk, Kabupaten Boyolali, memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk.
Dorongan tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengenalan Website dan Pelatihan Pengemasan yang digelar Divisi Marketing dan Dokumentasi PPK Ormawa IMM FIK UMS di Balai Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan masyarakat untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha desa dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan daya saing produk.
Pelatihan diikuti ibu-ibu yang menjadi sasaran binaan kelompok Ibupreneur Musuk. Peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan praktis mengenai pemanfaatan website sebagai media informasi dan promosi serta strategi memilih kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk.
PIC Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS, Fidelina Tri Adelin, mengatakan digitalisasi dan pengemasan merupakan dua aspek yang penting dalam pengembangan usaha masyarakat.
“Kami ingin para Ibupreneur Musuk tidak hanya mampu menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memperkenalkan dan menampilkan produknya dengan lebih menarik. Melalui website dan pengemasan yang tepat, kami berharap produk Ibupreneur Musuk dapat dikenal lebih luas dan memiliki daya saing yang lebih baik,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).
Belajar Membuat Konten Promosi
Dalam sesi pengenalan website, peserta diperkenalkan dengan fungsi website sebagai sarana informasi sekaligus promosi produk. Tim PPK Ormawa menjelaskan bagian-bagian website serta pemanfaatannya untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas.
Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta juga diajak mempraktikkan pembuatan konten sederhana untuk mendukung promosi digital.
“Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga akan mengikuti praktik pembuatan konten sederhana. Ibu-ibu peserta akan didampingi oleh tim untuk melakukan shooting konten produk, mulai dari menentukan objek yang akan ditampilkan hingga mengambil gambar dan video yang dapat digunakan sebagai bahan promosi digital,” jelas Fidelina.
Melalui praktik tersebut, peserta didorong untuk lebih percaya diri menghasilkan foto maupun video sederhana yang dapat digunakan sebagai materi pemasaran produk.
Kemampuan membuat konten dinilai penting karena pemasaran produk kini tidak hanya bergantung pada penjualan secara langsung. Pelaku usaha juga perlu mampu menampilkan produk secara menarik melalui berbagai kanal digital.
Kemasan Jadi Penentu Daya Tarik Produk
Selain digitalisasi, pelatihan juga memberikan perhatian pada aspek pengemasan. Peserta dikenalkan dengan sejumlah jenis kemasan, karakteristik, fungsi, serta kesesuaiannya dengan produk yang akan dikemas.
Menurut Fidelina, kemasan tidak sebatas berfungsi melindungi produk selama penyimpanan maupun distribusi. Kemasan juga dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran.
“Peserta diajak mengenali bahwa pemilihan kemasan tidak hanya berfungsi untuk melindungi produk, tetapi juga dapat menjadi salah satu unsur yang meningkatkan daya tarik dan nilai jual produk,” katanya.
Pengenalan berbagai jenis kemasan diharapkan membantu peserta menentukan pilihan yang lebih sesuai dengan karakteristik produk Ibupreneur Musuk. Dengan demikian, produk tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga mampu tampil lebih menarik di mata konsumen.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan praktik. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman dalam mengelola dan memasarkan produk.
Tim PPK Ormawa IMM FIK UMS memberikan pendampingan secara langsung agar materi yang diperoleh peserta dapat dipahami dan diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Melalui program tersebut, PPK Ormawa IMM FIK UMS berupaya mendorong Ibupreneur Musuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
Pemanfaatan website dan peningkatan kualitas pengemasan diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat identitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk unggulan Desa Musuk. (*)

