29.4 C
Jakarta

PRM Tegalharjo Bangkit, Satukan Dakwah dan Ekonomi Umat

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, kembali menggeliat setelah sempat mengalami kevakuman selama beberapa tahun. Kebangkitan tersebut ditandai dengan penguatan program dakwah sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

 

PRM Tegalharjo bukanlah ranting baru. Organisasi ini telah berdiri sejak 1970 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah. Setelah sempat tidak aktif, PRM Tegalharjo kini kembali menjalankan roda organisasi dengan kepengurusan baru.

 

Kepengurusan PRM Tegalharjo dipimpin Amru Sukmajati sebagai ketua, Ali Nur Syam Hidayat sebagai sekretaris, dan Tri Murjoko sebagai bendahara. Unsur anggota diisi Sumarno, Yeyen Tri Sukasno, dan Gatot Dosowiratmo.

 

Kepengurusan tersebut sebelumnya dilantik pada 10 September 2025 oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jebres, Bambang Condro Haryadi.

 

Momentum pelantikan juga diisi kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Kelurahan Tegalharjo yang digelar Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Surakarta. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung Muhammadiyah bagi masyarakat.

 

Hidupkan Kembali Gerakan Dakwah

 

Setelah aktif kembali, PRM Tegalharjo mulai memperkuat aktivitas dakwah melalui pengajian rutin yang digelar dua kali setiap bulan di Masjid Jami Tegalharjo.

 

Pengajian dilaksanakan setiap Senin pertama dan Senin ketiga. Pada Senin pertama, kajian diasuh Prof. M. Sholahuddin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) dengan materi tafsir Al-Qur’an.

 

Kajian dimulai dari Surat Al-Fatihah dan diarahkan untuk memperkuat pemahaman keislaman jamaah secara bertahap.

 

Sementara pada Senin ketiga, kajian menghadirkan Ustaz Bambang Eko dari Korps Mubalig Muda Muhammadiyah dengan materi Tazkiyatun Nafs atau penyucian jiwa.

 

Kedua pengajian berlangsung selepas Magrib hingga waktu Isak. Tidak berhenti pada kegiatan kajian, jamaah kemudian menikmati makan bersama sebagai ruang memperkuat silaturahmi dan kebersamaan warga.

 

“Pengajian tidak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman agama, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga,” ujar Amru.

 

Dari Masjid Merambah Ekonomi Warga

 

Kebangkitan PRM Tegalharjo tidak hanya diarahkan pada penguatan dakwah. Ranting tersebut juga mulai membangun program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan agribisnis.

 

Salah satunya dilakukan melalui budidaya hidroponik dan tanaman dalam pot bersama Kelompok Tani Sinar Mentari (KTSM).

 

Program tersebut mengusung konsep pertanian perkotaan atau urban farming. Pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan perkotaan diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi produktif.

 

Pengembangan KTSM ke depan tidak hanya menyasar sektor pertanian. PRM Tegalharjo berencana memperluas kegiatan agribisnis ke sektor perikanan dan peternakan.

 

Dengan pengembangan lintas sektor tersebut, KTSM diharapkan dapat membangun ekosistem usaha yang lebih beragam serta memberikan nilai tambah bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar.

 

Panen Perdana Dibagikan ke Jamaah

 

Sinergi antara dakwah dan pemberdayaan ekonomi mulai terlihat dalam pengajian PRM Tegalharjo pada Senin (7/9/2026).

 

Di sela kegiatan makan bersama, PRM Tegalharjo membagikan hasil panen perdana hidroponik KTSM kepada jamaah pengajian.

 

Pembagian hasil panen tersebut menjadi simbol awal dari upaya menghubungkan aktivitas keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat ranting.

 

Bagi PRM Tegalharjo, dakwah dan pemberdayaan ekonomi tidak harus berjalan sendiri-sendiri. Keduanya justru dapat menjadi kekuatan yang saling menopang dalam membangun kemandirian masyarakat.

 

Dakwah diarahkan untuk memperkuat kualitas spiritual dan moral umat. Sementara pemberdayaan ekonomi menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian warga.

 

Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang tidak hanya memiliki ketahanan spiritual, tetapi juga memiliki ketahanan ekonomi.

 

Dengan kembali aktifnya PRM Tegalharjo, gerakan Muhammadiyah di tingkat ranting diharapkan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dakwah, silaturahmi, ketahanan pangan, hingga pengembangan ekonomi produktif menjadi bagian dari langkah untuk menghadirkan manfaat Muhammadiyah secara langsung di tengah warga Kelurahan Tegalharjo. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!