SOLO, MENARA62.COM – Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan serah terima wali sekaligus kuliah umum bagi mahasiswa Angkatan 29 secara daring, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri atas pengelola Sekolah Vokasi UMS, orang tua atau wali, serta calon siswa program Mekanik Alat Berat dan Operator Alat Berat.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB tersebut dibuka Direktur Sekolah Vokasi UMS Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si., IPU.
Dalam sambutannya, Suranto menekankan pentingnya serah terima wali sebagai momentum membangun interaksi dan sinergi antara kampus, orang tua, dan mahasiswa.
Menurutnya, komunikasi serta harmonisasi ketiga unsur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan dan masa depan mahasiswa.
“Serah terima wali menjadi bagian penting untuk saling berinteraksi, bersinergi, dan menjaga harmonisasi antara kampus, orang tua, dan siswa demi kesuksesan putra-putri didik,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Selain serah terima wali, peserta mendapatkan pemaparan mengenai model pendidikan di Sekolah Vokasi UMS yang disampaikan Ir. Amin Sulistyanto, S.T., M.Si., M.T.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UMS Prof. Ir. Moh. Solikhin, S.T., M.T., Ph.D., IPM, memberikan motivasi kepada peserta untuk terus meningkatkan keterampilan sebagai bekal meraih kesuksesan di dunia kerja.
Ia juga menjelaskan peluang mahasiswa Sekolah Vokasi UMS untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana, termasuk pada program pendidikan teknik yang tersedia di UMS.
Belajar dari Pengalaman Alumni
Materi kuliah umum menghadirkan tiga pembicara dari kalangan praktisi dan alumni. Mereka adalah HRD PT Marsa Maria Kusumaningrum, S.Psi., Psikolog, serta dua alumni program Mekanik Alat Berat, yakni Usman Birrul Walidain, S.T., dan Ilham Hermansyah.
Ketiganya memberikan gambaran mengenai dunia kerja sekaligus success story kepada calon mahasiswa Mekanik Alat Berat dan Operator Alat Berat.
Maria Kusumaningrum menekankan pentingnya membangun potensi diri dan memiliki sikap atau attitude yang mendukung pencapaian prestasi.
Menurutnya, keberhasilan di dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana seseorang mengembangkan potensi dan membangun karakter profesional.
Sementara itu, Usman Birrul Walidain yang kini bekerja di Kalimantan Timur membagikan pengalaman mengenai dunia kerja di bidang alat berat.
Ia menjelaskan tata cara kerja, sistem kerja, hingga berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi pekerja di industri alat berat.
Pengalaman serupa juga dibagikan Ilham Hermansyah, alumni program Mekanik Short Course yang kini bekerja di Kalimantan Timur.
Ia mengingatkan peserta agar tidak hanya mengandalkan pengetahuan dan keterampilan teknis. Menurutnya, sikap, perilaku, serta kemampuan membangun jejaring atau networking juga berperan penting dalam pengembangan diri dan karier.
“Attitude tidak kalah penting dari pengetahuan dan keterampilan. Jejaring juga sangat penting untuk pengembangan diri,” pesannya.
Peserta dari Berbagai Daerah
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah, mulai dari Blora, Ngawi, Bekasi, kawasan Soloraya, hingga sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan para narasumber untuk menggali informasi mengenai pendidikan vokasi dan prospek karier di bidang alat berat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar.
Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Vokasi UMS berharap para peserta tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter, sikap profesional, dan jejaring yang mendukung kesiapan memasuki dunia kerja.
Sekolah Vokasi UMS juga berkomitmen mencetak lulusan yang mampu bekerja, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi insan unggul dan mencerahkan di bidangnya. (*)
