30 C
Jakarta

Tim Dosen UM Purwokerto Kembangkan Potensi Ekonomi Desa Banjaran Melalui Desa Wisata

Baca Juga:

PURWOKERTO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah (UM) Purwokerto dorong ekonomi masyarakat Desa Banjaran. Langkah kongkritnya dilakukan oleh dosen FEB UM Purwokerto. Tujuannya,  UM Purwokerto ingin ikut mengembangkan potensi desa wisata sebagai sarana pemulihan perekonomian.

Tim dosen UM Purwokerto melakukan program riset keilmuan di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Kegiatan tersebut menjadi bagian upaya membentuk desa wisata. Diharapkan, potensi wisata desa bisa dikembangkan.

Upaya ini amat penting mengingat masyarakat banyak yang terdampak pada saat pandemi Covid-19.  Ada warga yang sampai kehilangan pekerjaan, ada juga yang terkena pengurangan jam kerja. Ini secara signifikan, menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan warga di Desa Banjaran.

Tim dosen yang diketuai Dr Naelati Tubastuvi SE MSi ini, ingin menerapkan ide desa wisata. Ia dibantu anggota tim Dwi Winarni SE MSi dan Rhis Ogie Dewandari SE MAcc. Mereka menggelar tema Pengembangan Potensi Desa Wisata Sebagai Sarana Pemulihan Perekonomian Melalui Partisipasi Masyarakat Terdampak Covid 19.

Potensi

Melalui analisis situasi yang dilakukan, tim dosen UM Purwokerto berharap bisa  mengembangkan potensi yang ada menjadi desa wisata. Harapan ini didukung  kondisi geografis Desa Banjaran. Di desa terdapat Bendungan Sungai Klawing, hutan bambu, hamparan sawah, pengrajin bambu serta kesenian rakyat. Semua potensi ini dapat diintegrasikan menjadi potensi ekonomi lokal menjadi desa wisata. Dengan kegiatan yang dilakukan, tim berharap dapat memberi manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Banjaran.

Ketua Tim Dosen Dr Naelati Tubastuvi SE MSi mengatakan, rangkaian kegiatan dilakukan dengan mapping potensi sebagai dasar pengembangan wisata, pengelolaan kelembagaan yang terstruktur, pengelolaan keuangan yang tersistem dan akuntabel, dan pembentukan strategi digital marketing untuk keberlanjutan wisata dalam jangka panjang. Hadirnya desa wisata diharapkan mampu meningkatkan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat Desa Banjaran Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga.

Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan dan mendorong dosen dan mahasiswa dalam rangka menghasilkan inovasi, metode, dan rancangan atau model kegiatan Kampus Merdeka yang di implementasikan melalui pengembangan desa wisata.

Dijelaskan Naelawati, Desa Banjaran merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Bojongsati, Kabupaten Purbalingga. Masyarakat Desa Banjaran rata-rata berprofesi sebagai petani, pedagang, pengrajin bambu dan karyawan perusahaan.

Desa Banjaran memiliki jumlah penduduk mencapai lebih dari 6000 orang. Secara geografis Desa Banjaran memiliki potensi sebagai desa wisata, dengan adanya Bendungan Sungai Klawing, hutan bambu, hamparan sawah, pengrajin bambu serta kesenian masyarakat .

Bendungan sungai Klawing berfungsi sebagai salah satu aliran irigasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, sekaligus sebagai sarana transportasi jalan yang menghubungkan antara Desa Banjaran dengan Desa Slinga. Lokasi di sekitar bendungan semakin ramai dan keindahan alam serta aliran sungai menjadi tempat rekreasi pemandangan bagi wisatawan lokal maupun dari luar Desa Banjaran.

Diakui Naelawati, pandemi covid 19 berdampak pada sulitnya pemasaran dan menurunnya harga hasil pertanian, menurunya jumlah penjualan hasil kerajinan bambu, sulitnya pemasaran barang dagang karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, dan pengurangan jam kerja bagi karyawan perusahaan yang mengakibatkan menurunnya pendapatan. Sehingga, pendapatan masyarakat menurun dan pengangguran mulai bermunculan di Desa Banjaran.

Dari permasalahan tersebut potensi desa wisata dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam meningkatkan pendapatan dan lapangan kerja. Keuntungan dari obyek wisata yang ditawarkan dapat meningkatkan perekonomian secara langsung dan meningkatnya kunjungan wisatawan ke desa dapat meningkatkan penjualan produk lokal. Partisipasi masyarakat terdampak covid-19 dapat dilakukan melalui lembaga desa seperti POKDARWIS, BUM Desa dan Karang Taruna, agar pengelolaan desa wisata lebih terstruktur.

Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa model/rancangan kegiatan MBKM dan rencana pembelajaran semester (RPS). Serta publikasi pada jurnal internasional dan luaran tambahan berupa, video, HKI dan publikasi media massa.

Kemudian manfaat untuk masyarakat yaitu terbentuknya desa wisata yang memiliki konsep keberlanjutan dan melibatkan masyarakat terutama yang terdampak covid-19. Peningkatan kondisi sosial ekonomi sebagai dampak dari keberadaan desa wisata. Adanya perbaikan moral dan karakter, serta pendidikan masyarakat melalui gotong royong dan kepedulian bersama untuk kesejahteraan dan ketentraman Desa Banjaran.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!