33.8 C
Jakarta

UMS-SIT Selandia Baru Siapkan Pilot Project Kerja Sama

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id dan Southern Institute of Technology (SIT) Selandia Baru memperkuat langkah internasionalisasi melalui penjajakan kerja sama strategis yang akan diwujudkan dalam sejumlah program konkret. Kedua institusi sepakat menyiapkan pilot project sebagai fondasi implementasi kemitraan sebelum penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

 

Pembahasan tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi SIT ke UMS di Gedung Induk Siti Walidah, Rabu (22/7/2026). Kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari lawatan UMS ke kampus tersebut di Selandia Baru pada Mei 2026.

 

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyambut baik kunjungan balasan tersebut dan menegaskan komitmen UMS untuk memperluas jejaring internasional melalui kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika.

 

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungannya dan kami sangat senang apabila kita diskusi lebih lanjut lagi lalu dipayungi dengan MoU,” ujar Harun.

 

Salah satu peluang kerja sama yang menarik perhatian UMS adalah rencana menjadikan kampus tersebut sebagai pusat penyelenggara tes New Zealand Certificate in English Language (NZCEL). Sertifikat kemampuan bahasa Inggris dari Selandia Baru itu diakui secara internasional dan memiliki kedudukan yang setara dengan sertifikasi seperti IELTS maupun TOEFL.

 

International Manager Southern Institute of Technology, Riza Ambadar, menjelaskan bahwa peluang kolaborasi antara kedua institusi tidak hanya terbatas pada pengembangan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga mencakup berbagai bidang akademik.

 

Menurutnya, SIT membuka peluang penyelenggaraan program dual degree, sehingga mahasiswa dapat menempuh perkuliahan di Indonesia sekaligus memperoleh kualifikasi akademik dari Southern Institute of Technology.

 

“Semua program pendidikan di Selandia Baru diawasi secara ketat oleh New Zealand Qualification Authority (NZQA), sehingga kualitas pendidikan yang diberikan memiliki standar yang terjamin,” jelas Riza.

 

Selain program gelar ganda, SIT juga menawarkan berbagai bentuk kerja sama lain, seperti penelitian bersama (joint research), pertukaran dosen atau visiting lecturer, hingga kolaborasi akademik lintas fakultas dan pusat riset.

 

Riza menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, melainkan diwujudkan melalui program yang dapat segera dilaksanakan.

 

“Mudah-mudahan ada beberapa hal yang bisa segera kita jadikan pilot project supaya ada bentuk konkretnya. Jadi, MoU kita nanti tidak hanya berupa kertas yang kita tandatangani saja, tetapi ada action plan yang lebih jelas,” katanya.

 

Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan UMS, di antaranya Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan dan Urusan Internasional, Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Riset, Kerja Sama, dan Urusan Internasional, Sekolah Vokasi, Ketua Program Studi Doktor Rekayasa Berkelanjutan, serta sejumlah pimpinan bidang riset lainnya.

 

Melalui pertemuan ini, UMS dan Southern Institute of Technology berkomitmen melanjutkan komunikasi intensif untuk mematangkan bentuk kerja sama yang akan dituangkan dalam MoU. Kedua institusi berharap kemitraan tersebut mampu memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, meningkatkan mobilitas akademik, serta menghadirkan kolaborasi riset dan inovasi yang berdampak bagi kedua belah pihak. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!