30.4 C
Jakarta

Webinar : Digitalisasi Pelabuhan Tanjung Priok Menuju Smart Port

Baca Juga:

JAKARTA MENARA62.COM – General Manager PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) Cabang Tanjung Priok, Guna Mulyana mengatakan PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Tanjung Priok kini bertransformasi menjadi pelabuhan digital. Langkah yang telah dilakukan adalah sistem yang terotomatisasi dalam rangka menuju Smart Port.

“Sistem yang terotomatisasi dalam rangka menuju Smart Port seperti Buffer Area System, Car Terminal Operating System, Reception Facility, Non Petikemas Terminal Operating System (NPKTOS), Terminal Operating System (TOS), Auto Tally, Container Freight Station (CFS)”, kata Guna dalam webinar memperingati Hari Pers Nasional 2021 di Jakarta, Rabu (5/2).

Digitalisasi dimaksud, menurut dia, dalam rangka pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok jangka panjang. “Konsep ini yang sekarang menjadi Megapolitan Jabodetabek,” katanya.

Ia mengatakan, perkembangan tata ruang Jakarta ini terus berlanjut hingga sekarang. Perluasannya kini sudah mencapai Cikarang di timur, di barat sudah mencapai Maja dan di selatan sudah menuju ke arah Sukabumi/Bogor. “Pengembangan tata kota Jakarta sejalan dengan pengembangan pelabuhan Tanjung Priok sebagai pusat pertumbuhan kota,” katanya.

Sementara Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt. Mugen S. Sartoto mengatakan, Pelabuhan Tanjung Priok secara kapasitas masih memadai namun aksesibilitasnya dari dan menuju pelabuhan yang sangat rendah karena masalah kemacetan lalu lintas serta lamanya bongkar muat termasuk dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok (5,5 hari).

“Dari segi biaya transport logistik menjadi lebih mahal maupun dari segi waktu yang dibutuhkan untuk pelayanan bongkar muat barang. Berdasarkan kondisi Pelabuhan Tanjung Priok tersebut, maka muncul rencana-rencana pembangunan terminal yang baru dan peningkatan dari pelabuhan-pelabuhan yang sudah ada sebagai alternatif dalam peningkatan kinerja dalam pelayanan kepelabuhan”, kata Mugen

Disisi lain, Sabri Saiman, tokoh masyarakat Jakarta Utara menggambarkan kondisi jalan di Jakarta Utara menjadi macet, walaupun telah dibangun jalan Tol dan fasilitas lainnya untuk mendukung kegiatan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Oleh karena itu, perlu juga pembenahan depo-depo kontainer dan trucking area yang berada di daerah pemukiman penduduk. Keinginan Pemerintah DKI Jakarta untuk menyatukan kota tua dan Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi Haritage Port, dan hal ini akan terjadi pemindahan barang dan kapal ke Pelabuhan Tanjung Priok”, ujar Sabri.

Sabri bermimpi, pemerintah ke depan dapat menyatukan moda transportasi, Laut, darat dan  kereta api. Oleh karena itu, ia merekomendasikan kepada Pemerintah DKI Jakarta dapat merubah Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa dan pemindahan Depo Pertamina Pelumpang ke area Pelabuhan Tanjung Priok, yang berdampak kepada lingkungan masyarakat Jakarta Utara.

Dengan terwujudnya pemikiran diatas, Sabri berharap, terjadi transformasi pemikiran masyarakat bahwa pelabuhan sebagai pintu gerbang ekonomi bukanlah sebagai penyebab kemacetan.

Diketahui Webinar yang digagas PWI Jaya dan Pelindo II bertajuk “Menyongsong Wajah Baru Pelabuhan Tanjung Priok” menghadirkan pembicara kunci Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Ketua PWI Pusat, Atal S, Depari, serta sejumlah pembicara selain Guna Mulyana, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Capt. Mugen S. Sartoto dan tokoh Masyarakat Jakarta Utara, Sabri Saiman.

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!