SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Kick Off Penanaman 1 Juta Mangrove yang diselenggarakan pada Rabu (29/4) di pesisir Pantai Jomblom, Korowelanganyar, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas peduli lingkungan, perguruan tinggi, serta masyarakat setempat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Dalam kegiatan tersebut, UMS hadir bersama berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Kendal, Yayasan Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Kendal, serta masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi secara langsung dalam aksi penanaman mangrove. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan bahwa isu lingkungan, khususnya rehabilitasi kawasan pesisir, telah menjadi perhatian bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor untuk menghasilkan dampak yang signifikan dan berkelanjutan.
Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Di bawah terik matahari pesisir, para peserta tampak antusias membawa bibit mangrove yang siap ditanam. Mahasiswa, dosen, aparatur pemerintah, relawan lingkungan, hingga masyarakat setempat berbaur tanpa sekat, bekerja sama menanam bibit mangrove di sepanjang garis pantai yang telah disiapkan. Pemandangan ini tidak hanya mencerminkan aksi nyata pelestarian lingkungan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Perwakilan dari UMS, Yasir Sidiq, S.Pd., M.Sc, Ph.D., juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada UMS untuk terlibat dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa UMS sangat terbuka untuk menjalin kerja sama di bidang lingkungan hidup, baik dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penelitian, maupun program kolaboratif lainnya.
“UMS sangat terbuka terhadap kerja sama di bidang lingkungan hidup, dan kami mengucapkan terima kasih atas undangan untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan yang sangat bermakna ini,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi UMS sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Kegiatan penanaman mangrove ini memiliki nilai strategis tinggi dari sisi ekologis dan sosial. Mangrove berperan penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menahan gelombang, menjadi habitat biota laut, serta menyerap karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim. Dengan demikian, penanaman mangrove tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mendukung upaya global dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Partisipasi UMS dalam kegiatan ini merupakan implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan dosen dan mahasiswa memberikan pengalaman langsung sekaligus ruang untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta mendorong terjadinya transfer pengetahuan kepada masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi yang efektif, terutama bagi generasi muda, untuk memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan menumbuhkan kepedulian lingkungan.
Lebih jauh, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menghadapi tantangan lingkungan. Upaya ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan menegaskan pentingnya komitmen jangka panjang, termasuk perawatan mangrove yang telah ditanam. UMS berkomitmen untuk terus berkontribusi melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif, sehingga gerakan ini menjadi simbol tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi bagi generasi mendatang.
Dalam rangkaian acara pembukaan, sejumlah sambutan disampaikan oleh para tokoh yang hadir. Ketua Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Kendal, Bapak Zainal, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama merawat bumi melalui aksi nyata seperti penanaman mangrove.
“Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dengan menanam mangrove, bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang. Jangan sampai kita menjadi bagian dari orang-orang yang merusak lingkungan,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, Bupati Kendal, Hj. Widya Kartika Permanasari, SE., MM., dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga dan merawat mangrove yang telah ditanam. Ia mengingatkan bahwa kegiatan penanaman hanyalah langkah awal, sementara keberlanjutan dan keberhasilan program sangat ditentukan oleh upaya perawatan yang dilakukan secara konsisten.
“Mari kita jaga dan rawat bersama mangrove yang nantinya akan kita tanam. Keberlangsungan mangrove ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, mulai dari pemerintah, komunitas, perguruan tinggi, hingga masyarakat. (*)

