33 C
Jakarta

Milad ke-109 ’Aisyiyah Teguhkan Dakwah Kemanusiaan

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Pimpinan Pusat ’Aisyiyah meneguhkan komitmen dakwah kemanusiaan dan perdamaian dalam Pidato Refleksi Milad ke-109 ’Aisyiyah yang digelar di Convention Hall Universitas ’Aisyiyah Yogyakarta, Selasa (19/5/2026).

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat peran strategis ’Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan dalam membangun masyarakat yang damai, adil, dan berkeadaban.

Ketua Umum PP ’Aisyiyah, Salmah Orbayyinah, menegaskan bahwa dakwah kemanusiaan merupakan inti perjuangan ’Aisyiyah sejak organisasi itu berdiri lebih dari satu abad lalu.

“Dakwah kemanusiaan adalah dakwah yang mengedepankan prinsip kasih sayang, toleransi, dan perdamaian. Islam hadir membawa kebaikan dan keberkahan bagi seluruh manusia dan alam semesta,” ujar Salmah.

Menurutnya, pendekatan dakwah kemanusiaan menjadi sangat penting di tengah keberagaman agama, budaya, dan pandangan hidup masyarakat. Semangat Islam Rahmatan lil ‘Alamin dinilai mampu menghadirkan kehidupan sosial yang harmonis dan saling menghargai.

“Pendekatan dakwah kemanusiaan berperan mewujudkan masyarakat yang harmonis, di mana perbedaan dapat dihargai dan dikelola dengan baik sehingga perdamaian dapat terwujud,” katanya.

Dalam refleksinya, Salmah menyampaikan bahwa ’Aisyiyah selama ini telah menunjukkan kiprah nyata melalui berbagai amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga advokasi hukum.

Ia merujuk pada keputusan Muktamar ke-48 di Surakarta tentang Risalah Perempuan Berkemajuan yang meneguhkan peran perempuan dalam menghadirkan kemajuan peradaban dan kehidupan yang bermartabat.

Menurut Salmah, perempuan memiliki posisi penting dalam membangun perdamaian dan menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan yang berkembang di tingkat nasional maupun global.

“Gerakan ’Aisyiyah di seluruh tingkatan dituntut semakin tanggap memahami dan memberi solusi atas persoalan kemanusiaan yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Salmah juga menyoroti berbagai tantangan global seperti konflik kemanusiaan, kekerasan berbasis gender, ekstremisme, hingga krisis sosial yang berdampak luas terhadap perempuan dan anak.

Sebagai bentuk konkret dakwah kemanusiaan, ’Aisyiyah sejak 2016 mengembangkan layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) untuk memberikan pendampingan hukum gratis kepada masyarakat, khususnya perempuan.

Hingga kini, sebanyak 116 Posbakum ’Aisyiyah telah hadir di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari pelayanan sosial dan perlindungan hak-hak masyarakat.

Selain itu, ’Aisyiyah juga aktif dalam penanganan bencana, pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, serta pendidikan perdamaian berbasis masyarakat.

Dalam pidatonya, Salmah menegaskan bahwa perdamaian menjadi agenda penting pembangunan dunia sebagaimana tertuang dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

“Isu perempuan dan perdamaian menempatkan perempuan tidak hanya sebagai korban konflik, tetapi juga sebagai aktor penting dalam membangun perdamaian,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan era digital yang dinilai rentan memunculkan narasi anti-perdamaian dan intoleransi. Karena itu, penguatan pendidikan keluarga dan lembaga pendidikan menjadi langkah strategis dalam menanamkan nilai perdamaian sejak dini.

“Lembaga pendidikan dan institusi keluarga memiliki posisi strategis dalam mempromosikan nilai perdamaian yang harus diperkuat untuk menciptakan perdamaian dalam skala bangsa dan dunia,” ujarnya.

Peringatan Milad ke-109 ’Aisyiyah kali ini juga dimeriahkan dengan pengukuhan 116 Posbakum ’Aisyiyah yang digerakkan Majelis Hukum dan HAM ’Aisyiyah serta soft launching TK ABA Semesta sebagai bagian dari penguatan dakwah pendidikan anak usia dini.

Melalui kerja kolaboratif lintas komunitas, penguatan amal usaha, dan pemberdayaan perempuan, ’Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan dakwah kemanusiaan yang membawa nilai keadilan, kesetaraan, dan perdamaian bagi masyarakat luas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!