SOLO, MENARA62.COM – Semarak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah berlangsung hangat melalui agenda Sarasehan Kader Lintas Masa yang digelar di Lodji Gandrung, Ahad (24/5/2026). Mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi kader lintas generasi dalam menghadapi tantangan bangsa.
Acara ini turut dihadiri mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Hajriyanto Y Thohari, serta kader Pemuda Muhammadiyah yang kini menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, Respati Ardi.
Dalam sambutannya, Respati Ardi menyoroti kondisi bangsa yang menurutnya tengah berada dalam fase “renovasi besar”. Ia mengibaratkan Indonesia seperti rumah yang sedang diperbaiki, penuh dinamika dan kebisingan, namun mengarah pada pembenahan sosial serta struktural.
“Kondisi bangsa ini seperti rumah yang sedang direnovasi. Ramai, gaduh, tetapi sebenarnya sedang berproses menuju perbaikan,” ujarnya di hadapan kader lintas generasi Muhammadiyah.
Respati juga menyinggung tantangan generasi muda yang disebutnya sebagai “generasi keempat” atau generasi perusak apabila gagal menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat. Karena itu, ia mendorong kader Muhammadiyah untuk tampil sebagai agen perubahan yang membawa solusi nyata.
Isu pendidikan turut menjadi perhatian dalam sarasehan tersebut. Respati mengkritisi praktik inflasi nilai dalam sistem pendidikan dan mendorong penerapan pembelajaran yang berdampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan hidup.
Menurutnya, paradigma pembangunan ke depan harus berbasis “semesta”, yakni cara pandang yang menghargai seluruh unsur kehidupan, mulai dari manusia, sungai, hewan, hingga persoalan sampah.
“Sampah bukan hanya urusan pemerintah. Semua yang menghasilkan sampah ikut bertanggung jawab,” tegasnya.
Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Respati, tengah menyiapkan pembentukan “Dewan Semesta” yang melibatkan berbagai tokoh masyarakat, termasuk unsur Muhammadiyah. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi dalam menangani persoalan lingkungan secara terintegrasi.
Ia menjelaskan, pendekatan ekonomi sirkular menjadi salah satu solusi penting dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, organisasi masyarakat seperti Pemuda Muhammadiyah memiliki peluang besar untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas dan kewirausahaan sosial.
Respati bahkan mencontohkan peluang kerja sama pengelolaan sampah komersial dengan rumah makan maupun pelaku usaha lainnya. Ia menilai, langkah tersebut dapat menjadi ruang dakwah sekaligus pemberdayaan ekonomi kader muda.
Selain isu lingkungan, Respati juga menyinggung penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat lokal. Ia menyebut terdapat alokasi dana sekitar Rp9,5 miliar untuk pengembangan kecamatan dan kelurahan yang diarahkan pada pembangunan lingkungan serta penguatan penegakan hukum.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta terhadap pengawasan minuman beralkohol melalui regulasi ketat dan pengenaan pajak hingga 40 persen.
Menutup sambutannya, Respati mengajak kader Muhammadiyah untuk tetap loyal kepada bangsa, bukan kepada individu maupun kelompok tertentu. Ia menekankan pentingnya dakwah intelektual yang mengedepankan pendidikan, keteladanan, dan cinta lingkungan.
“Dakwah hari ini harus mampu menyentuh persoalan semesta. Muhammadiyah harus hadir membawa pertaubatan ekologis untuk masa depan bangsa,” tandasnya.
Sarasehan kader lintas masa ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah. Selain mempererat silaturahmi antarangkatan, forum tersebut juga memperkuat komitmen kader dalam menjawab tantangan sosial, lingkungan, dan kebangsaan di era modern. (*)
