SOLO, MENARA62.COM – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Surakarta menggelar Sarasehan Kader Lintas Masa di Joglo Loji Gandrung Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Ahad (24/5/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y Thohari.
Acara itu turut dihadiri sejumlah mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta lintas generasi. Salah satunya adalah Umar Hasyim, yang juga pernah menjabat Ketua PDPM Surakarta periode 1994–1998.
Dalam keterangannya usai acara, Umar Hasyim mengapresiasi inisiatif PDPM Surakarta yang berhasil mempertemukan kader muda dan senior Pemuda Muhammadiyah dalam satu forum silaturahmi dan refleksi organisasi.
“Saya mengapresiasi kegiatan Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta yang mengumpulkan mantan-mantan Pemuda Muhammadiyah lintas generasi dan dihadiri langsung Mas Hajriyanto. Ini momentum yang sangat bagus untuk menyambung silaturahmi antar generasi,” ujarnya.
Menurut Umar, kegiatan lintas generasi semacam ini penting untuk menjaga kesinambungan kaderisasi dan melahirkan regenerasi kepemimpinan yang kuat di tubuh Pemuda Muhammadiyah.
“Dengan kegiatan seperti ini akan lahir generasi-generasi yang berkesinambungan antara satu generasi dengan generasi berikutnya,” katanya.
Ia menilai kehadiran Hajriyanto Y Thohari memberikan inspirasi besar bagi kader muda Pemuda Muhammadiyah. Umar menyebut Hajriyanto memiliki pengalaman luas, baik di bidang organisasi, kepemimpinan, maupun kebangsaan.
“Saya kira sudah tepat teman-teman Pemuda Muhammadiyah Surakarta mengundang Mas Hajri untuk memberikan support kepada angkatan muda Pemuda Muhammadiyah sekarang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Umar juga mengenang dinamika perjuangannya bersama Hajriyanto saat aktif di PP Pemuda Muhammadiyah pada era 1990-an hingga masa Reformasi 1998. Ia mengaku memiliki banyak kenangan berharga selama mendampingi kepemimpinan Hajriyanto di tingkat pusat.
“Saya satu periode dengan Mas Hajri. Waktu itu saya Ketua PDPM Surakarta tahun 1994-1998 dan ikut di PP Pemuda Muhammadiyah saat beliau menjadi ketua umum,” kenangnya.
Umar kemudian menceritakan pengalaman unik ketika dirinya bersama Hajriyanto melakukan audiensi dengan Pangdam Jaya saat itu, Hendropriyono. Karena datang menggunakan taksi, mereka sempat ditanya soal kendaraan pribadi hingga akhirnya mendapat bantuan mobil operasional.
“Nah, itu kenangan yang tidak bisa kami lupakan,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain itu, Umar juga mengenang program pemberdayaan desa binaan di Giritontro, Wonogiri, yang dijalankan Pemuda Muhammadiyah pada masa kepemimpinan Hajriyanto. Program tersebut berupa bantuan ternak kambing bergulir kepada masyarakat desa.
“Kami waktu itu punya desa binaan di Giritontro Wonogiri. Ada program kambingisasi, memberikan kambing kepada warga secara bergilir. Kalau kambingnya sudah beranak, diberikan ke warga lain,” jelasnya.
Menurut Umar, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Pemuda Muhammadiyah sejak dahulu memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan masyarakat dan penguatan kader di akar rumput.
“Waktu Mas Hajri jadi Ketua PP dan saya Ketua PDPM Surakarta, itu pas masa Reformasi. Dinamika Pemuda Muhammadiyah luar biasa waktu itu,” pungkasnya.
Sarasehan Kader Lintas Masa ini menjadi bagian dari rangkaian Semarak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah. Forum tersebut diharapkan memperkuat soliditas kader lintas generasi sekaligus meneguhkan peran Pemuda Muhammadiyah dalam organisasi, umat, dan kebangsaan. (*)

