29.5 C
Jakarta

Resmikan SIBI, Sekjen Kemendikdasmen Sebut Buku Miliki Dampak Luar Biasa bagi Pembacanya

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, menyampaikan buku memiliki peran strategis untuk ikut menentukan perjalanan hidup seseorang. Kadangkala buku apa yang dibaca, bisa memberikan dampak luar biasa bagi seseorang.

Hal itu disampaikan Suharti saat memberikan sambutan pada kegiatan bedah buku “2045 Hz: Frekuensi Masa Depan Indonesia” sekaligus meresmikan Pojok SIBI (Sistem Informasi Perbukuan Indonesia) di Perpustakaan Kemendikdasmen di Perpustakaan Kemendikdasmen, pada Senin (25/5/2026).

Ia menuturkan pengalaman masa kecilnya, di mana sebagai satu-satunya anak perempuan dari lima bersaudara, terinspirasi melanjutkan pendidikan sampai level tinggi bermula dari sebuah buku bacaan.

“Saya juga begitu waktu SD menemukan buku di satu lemari karena SD saya SD yang sangat kecil di kampung sana tidak ada listrik boro-boro gini ya ada buku yang saya baca dan itu membuat saya sebagai anak perempuan satu-satunya dari lima saudara yang hidup di kampung yang semua pekerjaan rumah tangga saya lakukan punya mimpi saya mau sekolahnya karena membaca buku itu. Jadi pasti kita punya pengalaman-pengalaman seperti itu yang kita dampaknya bisa jauh melampaui apa yang kita bisa bayangkan saat itu,” kata Suharti.

Dalam agenda yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta dari berbagai elemen literasi ini, Sekjen Suharti juga menyoroti pentingnya pustakawan, pegiat literasi, pengelola taman bacaan dan pendidik di tengah arus informasi yang cepat dan kadang-kadang sangat dangkal. “Bahkan saya sering mengatakan arus informasi judul berita karena yang beredar itu biasanya yang diambil dari judulnya padahal isinya sering kali berbeda dari apa yang ada di judul clickbait itu yang membuat orang-orang sering kali ribut hanya karena membaca judulnya saja,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak semua masyarakat untuk bisa menjadi penjaga ruang bagi kedalaman berpikir dan membantu buku-buku yang bagus itu bisa sampai ke pembaca.

Lebih lanjut Suharti menyampaikan sejumlah poin strategis mengenai arah kebijakan perbukuan dan transformasi digital di lingkungan Kemendikdasmen. Salah satu sorotan utama adalah peresmian Pojok SIBI yang kini telah resmi terintegrasi dengan Senayan Library Management System (SLiMS). Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen kementerian dalam melakukan modernisasi layanan perpustakaan.

Integrasi ini diharapkan dapat mempercepat dan mempermudah akses bagi para pustakawan, sekolah, serta masyarakat luas dalam memanfaatkan sistem informasi perbukuan nasional secara lebih efektif, inklusif, dan berbasis digital.

Suharti juga menekankan bahwa acara yang digelar di penghujung bulan Mei ini memiliki makna tersendiri. Bulan Mei, yang diawali dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dinilai sebagai momentum yang tepat untuk memperkuat komitmen terhadap literasi nasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada lebih dari 100 hadirin yang memadati ruangan, mulai dari perwakilan asosiasi pustakawan sekolah, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga Fortadik. Di tengah penyesuaian jadwal kerja dan menyambut hari libur di pekan tersebut, kehadiran para pegiat literasi ini dinilai sebagai bukti nyata kepedulian terhadap masa depan pendidikan Indonesia.

Sinergi Lintas Sektor Menyambut Masa Depan

Lebih lanjut, Sekjen Suharti menggarisbawahi pentingnya hubungan antarlembaga dan sinergi mutakhir dalam menghadapi tantangan zaman. Kehadiran para ahli di bidang teknologi, dalam kegiatan bedah buku ini diharapkan dapat membawa ekosistem perbukuan Indonesia siap menghadapi dinamika global menuju tahun 2045.

Melalui peresmian dan bedah buku ini, Sekjen Suharti berharap Perpustakaan Kemendikdasmen dapat terus bertransformasi menjadi pusat inovasi dan kolaborasi yang inklusif bagi seluruh pejuang literasi di Indonesia.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!